Jumat, 15 Mei 2026

WIKA Berbalik Rugi Rp 1,6 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
22 Jul 2025 | 22:35 WIB
BAGIKAN
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Perseroan)
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berbalik rugi sebesar Rp 1,66 triliun pada semester I-2025. Berbeda, dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencetak untung sebesar Rp 401 miliar.

Biang keladi kerugian WIKA ditengarai akibat kondisi ekonomi global dan sektor konstruksi nasional yang masih menantang, sehingga memberikan tekanan cukup besar kepada industri konstruksi.

Buntutnya, pendapatan bersih WIKA sebagaimana mengutip laporan keuangan semester I-2025, mengalami koreksi dari Rp 7,53 triliun menjadi Rp 5,85 triliun. Koreksi tersebut diikuti dengan beberapa beban yang masih meningkat seperti beban penjualan serta beban umum dan administrasi.

ADVERTISEMENT

Tidak berhenti di situ, tekanan juga dialami WIKA dari sisi perolehan kontrak baru. Emiten BUMN Karya ini membukukan kontrak baru pada kuartal II-2025 sebesar Rp 4,3 triliun dengan kontrak berjalan sebesar Rp 38,89 triliun. Realisasi tersebut lebih kecil ketimbang kontrak baru WIKA pada periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,04 triliun.

Dari sisi penjualan, WIKA mencatatkan total penjualan sebesar Rp 8,89 triliun, yang mayoritas berasal dari proyek non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp 5,86 triliun dan sisanya dari proyek KSO.

Berdasarkan segmen bisnis, kontribusi penjualan WIKA sampai paruh pertama tahun ini utamanya bersumber dari segmen infrastruktur dan gedung sebesar 52%, industri penunjang konstruksi sebesar 24%, energi & industrial plant 18%, serta realti & properti.

Dari komposisi penjualan tersebut, WIKA menorehkan laba kotor non-KSO sebesar Rp 472,56 miliar dan laba KSO sebesar Rp 298,86 miliar dengan EBITDA positif sebesar Rp 367,16 miliar.

Sedangkan dari sisi Gross Profit Margin (GPM) KSO & non-KSO, perseroan membukukan sebesar 8,67% pada kuartal II-2025. Angka tersebut tumbuh dibandingkan capaian kuartal II-2024 yang sebesar 7,81%, serta margin EBITDA sebesar 6,27%.

Secara neraca, berdasarkan laporan keuangan semester I-2025, WIKA membukukan total ekuitas sebesar Rp 10,16 triliun, menyusut daripada ekuitas semester I-2024 yang sebesar Rp 11,87 triliun. Adapun, liabilitas menurun dari Rp 51,68 trilun, menjadi Rp 48,87 triliun dengan jumlah aset mencapai Rp 59 triliun.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito (BW) mengapresiasi kepercayaan dan dukungan seluruh stakeholders. Langkah penyehatan dan transformasi yang dilakukan perseroan saat ini menunjukkan kinerja operasi WIKA terbukti telah membawa hasil positif.

“Penyehatan yang dijalankan WIKA saat ini tentu membutuhkan waktu. Karenanya, perlu dukungan seluruh stakeholders agar proses penyehatan perseroan dapat berjalan dengan baik,” ujar Agung BW dalam keterangan resminya, Selasa (22/7/2025).

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 60 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia