Saham CBDK Kemurahan, Harusnya Harga Segini
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) saat ini terlalu murah, lantaran terdiskon besar dari RNAV. Saham CBDK berpotensi menguat menuju target harga, didorong lonjakan laba bersih pada 2026 dan 2027 dan kenaikan harga lahan di PIK 2, lokasi usaha CBDK.
Berdasarkan riset Trimegah Sekuritas, proyeksi persales CBDK tahun ini diturunkan menjadi Rp 2 triliun dari Rp 2,5 triliun, seiring lemahnya realisasi pada kuartal I. Ini tak lepas dari kurang kondusifnya makro ekonomi, penurunan harga komoditas, ketidakpastian tarif resiprokal Amerika Serikat (AS), dan suku bunga tinggi.
Namun, menurut Trimegah, proyeksi presales tahun 2026 dan 2027 tidak berubah, masing-masing Rp 2,8 triliun dan Rp 3,1 triliun. Ini dipicu beroperasinya tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg (Katata) fase I, yang akan memperkuat konektivitas PIK 2 dan Bandara Soekarno Hatta.
Baca Juga:
Saham BMRI Tetiba Diserbu“Ini bisa menarik lebih banyak pengunjung lokal dan internasional ke PIK 2,” tulis Trimegah dalam riset, yang dikutip pada Senin (4/8/2025).
PIK 2, lokasi usaha CBDK juga dilengkapi sejumlah fasilitas yang bisa menarik pengunjung, seperti Noya X 80 Proof dan Distrik Hiburan. Ada juga beberapa landmark yang tengah dibangun antara lain Masjid Agung lalu gereja Tabernacle, Gilgal, NDC, serta beberapa kantor perusahaan besar, seperti BCA, Mandiri, dan BNI.
Trimegah memprediksi suku bunga acuan BI Rate turun menjadi 4,5% pada akhir 2025 dan 4% pada 2026. Ini akan memperkuat ekonomi sekaligus menjadi angin buritan pasar properti.
Trimegah memprediksi laba bersih CBDK tahun 2025 mencapai Rp 934 miliar. Penyebabnya, penyerahan unit menjadi molor akibat panjang libur Lebaran serta one off tax saham pendiri senilai Rp 53 miliar saat listing di BEI.
Tahun 2026 dan 2027, demikian Trimegah, laba bersih CBDK, anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), pengembang PIK 2 yang dikendalikan taipan Sugianto Kusuma (Aguan) dan Grup Salim, bakal loncat. Sebab, penyerahan unit bakal ternormalisasi dan harga lahan bisa terdongkrak oleh pengoperasian tol Kataraja Interchange PIK 2 Gate 1 pada 2025, yang diikuti oleh Gate 2 pada tahun berikutnya. Ini akan mendongkrak harga lahan di PIK 2.
Target Harga Tinggi
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






