Sabtu, 4 April 2026

Saham CBDK Kemurahan, Harusnya Harga Segini

Penulis : Harso Kurniawan
4 Aug 2025 | 13:19 WIB
BAGIKAN
Bangun Kosambi Sukses (CBDK). Perseroan
Bangun Kosambi Sukses (CBDK). Perseroan

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) saat ini terlalu murah, lantaran terdiskon besar dari RNAV. Saham CBDK berpotensi menguat menuju target harga, didorong lonjakan laba bersih pada 2026 dan 2027 dan kenaikan harga lahan di PIK 2, lokasi usaha CBDK.

Berdasarkan riset Trimegah Sekuritas, proyeksi persales CBDK tahun ini diturunkan menjadi Rp 2 triliun dari Rp 2,5 triliun, seiring lemahnya realisasi pada kuartal I. Ini tak lepas dari kurang kondusifnya makro ekonomi, penurunan harga komoditas, ketidakpastian tarif resiprokal Amerika Serikat (AS), dan suku bunga tinggi.

Namun, menurut Trimegah, proyeksi presales tahun 2026 dan 2027 tidak berubah, masing-masing Rp 2,8 triliun dan Rp 3,1 triliun. Ini dipicu beroperasinya tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg (Katata) fase I, yang akan memperkuat konektivitas PIK 2 dan Bandara Soekarno Hatta.

Advertisement

“Ini bisa menarik lebih banyak pengunjung lokal dan internasional ke PIK 2,” tulis Trimegah dalam riset, yang dikutip pada Senin (4/8/2025).

PIK 2, lokasi usaha CBDK juga dilengkapi sejumlah fasilitas yang bisa menarik pengunjung, seperti Noya X 80 Proof dan Distrik Hiburan. Ada juga beberapa landmark yang tengah dibangun antara lain Masjid Agung lalu gereja Tabernacle, Gilgal, NDC, serta beberapa kantor perusahaan besar, seperti BCA, Mandiri, dan BNI.

Trimegah memprediksi suku bunga acuan BI Rate turun menjadi 4,5% pada akhir 2025 dan 4% pada 2026. Ini akan memperkuat ekonomi sekaligus menjadi angin buritan pasar properti.

Trimegah memprediksi laba bersih CBDK tahun 2025 mencapai Rp 934 miliar. Penyebabnya, penyerahan unit menjadi molor akibat panjang libur Lebaran serta one off tax saham pendiri senilai Rp 53 miliar saat listing di BEI.

Tahun 2026 dan 2027, demikian Trimegah, laba bersih CBDK, anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), pengembang PIK 2 yang dikendalikan taipan Sugianto Kusuma (Aguan) dan Grup Salim, bakal loncat. Sebab, penyerahan unit bakal ternormalisasi dan harga lahan bisa terdongkrak oleh pengoperasian tol Kataraja Interchange PIK 2 Gate 1 pada 2025, yang diikuti oleh Gate 2 pada tahun berikutnya. Ini akan mendongkrak harga lahan di PIK 2.

Target Harga Tinggi

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 5 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 9 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 13 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 39 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 42 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia