Jumat, 15 Mei 2026

The Royal Alana Bakal Rampung, Saraswanti (SWID) Incar Lonjakan Pendapatan

Penulis : Indah Handayani
5 Aug 2025 | 08:21 WIB
BAGIKAN
Saraswanti Indoland Development (SWID)
Saraswanti Indoland Development (SWID)

SLEMAN, investor.id – PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) kian agresif memperkuat lini pendapatan berkelanjutan. Perseroan segera menuntaskan Pembangunan hotel bintang lima terbarunya, The Royal Alana Yogyakarta, yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2026.

Pembangunan hotel ini menjadi langkah strategis SWID dalam menggenjot recurring income (pendapatan berulang), seiring prospek cerah sektor pariwisata dan meningkatnya kebutuhan akomodasi premium di Yogyakarta dan sekitarnya.

Direktur Utama Sawaswanti Indoland Development (SWID) Bogat Agus Riyono mengatakan, proyek The Royal Alana merupakan jawaban atas mismatch antara tingginya permintaan dan terbatasnya kapasitas akomodasi di kawasan Mataram City, Sleman.

ADVERTISEMENT

“Kami melihat adanya mismatch antara potensi pasar yang kami miliki dengan kapasitas akomodasi yang tersedia. Dengan hadirnya The Royal Alana Yogyakarta sebagai hotel bintang lima, kami tidak hanya menjawab kebutuhan tersebut, tetapi juga menciptakan peluang baru untuk memperkuat kontribusi segmen perhotelan terhadap kinerja keuangan Perseroan,” ungkapnya dalam keterangan pers, Selasa (5/8/2025).

Saat ini, lanjut Bogat, hotel The Alana Yogyakarta yang berstatus bintang empat dan terletak di kawasan yang sama hanya memiliki 264 kamar. Jumlah ini dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh peserta dan penyelenggara acara yang memanfaatkan Mataram City International Convention Center (MICC), gedung konvensi milik SWID yang merupakan yang terbesar di DIY dan Jawa Tengah.

Lebih lanjut Bogat mengatakan, MICC memiliki kapasitas ballroom hingga 2.500 tamu dan menjadi langganan acara nasional hingga internasional. Namun, keterbatasan kamar hotel membuat banyak tamu harus dialihkan ke hotel lain, yang berpotensi mengurangi efisiensi dan kenyamanan.

Sebagai solusi, The Royal Alana Yogyakarta akan menambah 219 kamar berstandar premium, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor perhotelan dan pusat konvensi. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan pendapatan berulang SWID secara signifikan dalam jangka panjang.

SWID optimistis kehadiran The Royal Alana tak hanya memperluas portofolio aset produktif, tetapi juga memperkuat struktur keuangan perseroan. Dengan fasilitas kelas atas dan layanan berstandar internasional, hotel ini diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 57 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia