Saham Nyaris Rp 70.000-an, Bisnis Hampir Segala Ada
JAKARTA, investor.id - Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) diparkir loncat 2,43% ke Rp 67.550 pada akhir sesi I perdagangan Rabu (6/8/2025). Saham DSSA juga sempat menyentuh Rp 68.000, kian mendekati level Rp 70.000.
Sebanyak 3,45 juta saham Dian Swastatika Sentosa diperdagangkan, frekuensi 3.221 kali, dan nilai transaksi Rp 229,47 miliar. Dalam satu bulan terakhir, saham DSSA melambung 21,40%. Juga pernah menyentuh level tertingginya sepanjang masa Rp 69.500 pada 17 Juli 2025 (termasuk memperhitungkan stock split).
Baca Juga:
Saham ADRO Diserok TerusDian Swastatika Sentosa (DSSA) beroperasi di berbagai sektor strategis, termasuk pertambangan, energi terbarukan, teknologi digital, dan perdagangan bahan kimia. DSSA juga berperan sebagai perusahaan investasi yang aktif membangun portofolio lintas sektor. Karena itu, bisnisnya mencakup banyak sektor.
Sementara itu, berdasarkan artikel Mirae Asset Sekuritas, pasar modal Indonesia kembali bersiap menyambut tinjauan kuartalan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada 7 Agustus 2025.
Setiap tiga bulan, MSCI melakukan evaluasi terhadap indeks global yang mereka kelola, termasuk MSCI Indonesia Index—salah satu rujukan utama bagi manajer investasi global. Di tengah antusiasme pasar, sejumlah saham potensial masuk MSCI mulai mencuat dan menarik perhatian investor.
Baca Juga:
Muncul Bisikan soal Saham BRENSalah satunya yang berpotensi masuk indeks MSCI adalah saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Menurut artikel Mirae Asset, DSSA menonjol bukan hanya karena struktur kepemilikan yang memadai, tetapi juga karena fundamental keuangan yang sangat solid.
Beberapa indikator kunci yang mendukung potensi DSSA, yakni Free-Float Adjusted Market Cap (FFMC) mencapai US$ 6,6 miliar, jauh melebihi batas minimum MSCI yaitu US$ 1,5 miliar. Rata-rata transaksi harian selama 12 bulan terakhir sebesar US$ 7,2 juta, menandakan likuiditas sehat. Partisipasi transaksi terhadap market cap juga tinggi, melebihi standar 15% yang disyaratkan.
“Dengan performa seperti itu, DSSA berpeluang masuk ke dalam kategori Big Cap MSCI Indonesia, yang menjadi incaran banyak investor institusi,” sebut artikel Mirae Asset.
Pusat Data
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






