Minggu, 21 Juni 2026

Saham Nyaris Rp 70.000-an, Bisnis Hampir Segala Ada

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Aug 2025 | 12:12 WIB
BAGIKAN
Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Ist
Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Ist

JAKARTA, investor.id - Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) diparkir loncat 2,43% ke Rp 67.550 pada akhir sesi I perdagangan Rabu (6/8/2025). Saham DSSA juga sempat menyentuh Rp 68.000, kian mendekati level Rp 70.000.

Sebanyak 3,45 juta saham Dian Swastatika Sentosa diperdagangkan, frekuensi 3.221 kali, dan nilai transaksi Rp 229,47 miliar. Dalam satu bulan terakhir, saham DSSA melambung 21,40%. Juga pernah menyentuh level tertingginya sepanjang masa Rp 69.500 pada 17 Juli 2025 (termasuk memperhitungkan stock split).

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) beroperasi di berbagai sektor strategis, termasuk pertambangan, energi terbarukan, teknologi digital, dan perdagangan bahan kimia. DSSA juga berperan sebagai perusahaan investasi yang aktif membangun portofolio lintas sektor. Karena itu, bisnisnya mencakup banyak sektor.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, berdasarkan artikel Mirae Asset Sekuritas, pasar modal Indonesia kembali bersiap menyambut tinjauan kuartalan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada 7 Agustus 2025.

Setiap tiga bulan, MSCI melakukan evaluasi terhadap indeks global yang mereka kelola, termasuk MSCI Indonesia Index—salah satu rujukan utama bagi manajer investasi global. Di tengah antusiasme pasar, sejumlah saham potensial masuk MSCI mulai mencuat dan menarik perhatian investor.

Salah satunya yang berpotensi masuk indeks MSCI adalah saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Menurut artikel Mirae Asset, DSSA menonjol bukan hanya karena struktur kepemilikan yang memadai, tetapi juga karena fundamental keuangan yang sangat solid.

Beberapa indikator kunci yang mendukung potensi DSSA, yakni Free-Float Adjusted Market Cap (FFMC) mencapai US$ 6,6 miliar, jauh melebihi batas minimum MSCI yaitu US$ 1,5 miliar. Rata-rata transaksi harian selama 12 bulan terakhir sebesar US$ 7,2 juta, menandakan likuiditas sehat. Partisipasi transaksi terhadap market cap juga tinggi, melebihi standar 15% yang disyaratkan.

“Dengan performa seperti itu, DSSA berpeluang masuk ke dalam kategori Big Cap MSCI Indonesia, yang menjadi incaran banyak investor institusi,” sebut artikel Mirae Asset.

Pusat Data

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 29 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia