PTRO Kandidat Kuat Masuk MSCI
JAKARTA, investor.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) dijagokan sebagai kandidat kuat saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu yang akan masuk dalam konstituen indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia.
Ada sejumlah alasan mengapa PTRO lebih favorit masuk indeks global tersebut ketimbang saham emiten Praogo yang lain seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Analis Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai, PTRO menjadi kandidat kuat karena merupakan saham yang paling memenuhi syarat dibanding emiten Grup Barito yang lain seperti saham CUAN dan BREN yang menurut Ekky, masih terkendala persoalan batas minimal saham beredar di publik alias free float.
“Sedangkan free float saham PTRO sudah memadai dan likuditas juga cukup tinggi. Jadi, bisa dibilang, saham PTRO paling potensial di antara saham-saham Prajogo lainnya untuk MSCI,” jelas dia kepada Investor Daily, Kamis (7/8/2025).
Apabila, skenario emiten jasa pertambangan Prajogo Pangestu tersebut benar adanya masuk indeks MSCI, Ekky secara teknikal memproyeksikan saham PTRO akan berpeluang bergerak menguji level resistance psikologis di 5.000 dalam jangka pendek.
Saham PTRO hingga berita ini ditayangkan berada di level 3.430 terkoreksi sebanyak 160 poin (4,46%) dengan rentang harga bergerak di area 3.420 sebagai level terendah dan 3.580 sebagai level tertingginya. Sementara, market cap atau kapitalisasi pasar PTRO berada di Rp 34,60 triliun.
Baca Juga:
Prajogo, BREN & CUAN Jelang Kabar BesarAdapun, saham-saham seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang sudah menjadi konstituen indeks MSCI, sebagaimana merujuk laporan riset BRI Danareksa Sekuritas dikutip, Kamis (7/8/2025), berpeluang mengalami kenaikan dari sisi bobot karena free float mereka sudah cukup besar.
Hingga Juli 2025, industri keuangan merupakan sektor yang mendominasi dalam struktur MSCI dengan angka sebesar 56,3%. kemudian, sektor material sebesar 11,7%, komunikasi sebesar 8,5%, dan konsumsi primer sebesar 8,3%. Barisan saham unggulan konstituen MSCI adalah BBCA (27,49%), BBRI (15,15%). BMRI (10.08%), TLKM (8,54%), dan ASII (6,18%).
Rencana masuknya saham termasuk saham Prajogo Pangestu sebagai konstituen indeks MSCI dan musim laporan keuangan emiten diekspektasikan sebagian analis bakal menjadi katalis positif bagi pasar.
Apalagi,investor asing sudah mulai menunjukan aksi beli bersih (net buy) sehingga berpotensi memberikan dorongan positif terhadap kinerja pasar saham. Di sisi lain, para pelaku pasar juga perlu mewaspadai koreksi harga komoditas yang diperkirakan bakal memberikan tekanan terhadap IHSG.
Pada perdagangan hari ini, Kamis (7/8/2025), IHSG diprediksi bergerak menguat dengan resistance di area 7.580-7.600 dan support di 7.480-7.500. Sementara dilihat secara major dan secondary trend, IHSG masih berada dalam fase downtrend.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






