Manuver di Saham Emiten Anthoni Salim
Pendapatan Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) pada kuartal II-2025 naik 2,2% yoy, namun turun 13,7% qoq. Itu terutama disebabkan oleh pelemahan daya beli dan pemulihan pasca-Lebaran yang lebih lambat dari perkiraan.
“Meski demikian, kinerja ICBP secara keseluruhan pada semester I-2025 masih sesuai dengan ekspektasi pasar,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Christy Halim dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (17/8/2025).
Baca Juga:
Drama Harga Emas Antam (ANTM)BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan pandangan positif terhadap prospek pertumbuhan pendapatan ICBP pada semester II-2025. Sebagian bakal didukung oleh peningkatan belanja pemerintah yang seharusnya dapat memperkuat daya beli.
Manajemen ICBP, menurut Christy, mempertahankan panduan 2025 dengan target pertumbuhan pendapatan sebesar 7-9% dan optimistis mencapai margin EBIT berkisar 20-22%.
Baca Juga:
3 Poin Penting soal GOTO“Tetapi, mengingat pertumbuhan pendapatan pada semester I-2025 hanya 1,7% yoy, kami menurunkan proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 2,7% dan 5% untuk 2025 dan 2026. Ini mencerminkan asumsi pertumbuhan volume dan ASP masing-masing 3,5% dan 1,8% pada 2025 dibandingkan sebelumnya 4,5% dan 3,6%,” ungkap dia.
Terlepas dari tantangan pertumbuhan jangka pendek, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). ICBP tetap menjadi saham paling defensif di tengah kondisi daya beli yang lemah.
Baca Juga:
3 Saham Kesukaan AsingWalaupun begitu, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan target harga saham ICBP menjadi Rp 12.000 dari sebelumnya Rp 14.000. Target harga tersebut mengimplikasikan estimasi PE 2025 sebesar 14,3 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






