Minggu, 21 Juni 2026

Saham Melambung 240%, Emiten ini Umumkan Stock Split

Penulis : Eva Fitriani
25 Aug 2025 | 18:25 WIB
BAGIKAN
PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH). (Foto ilustrasi: Perseroan)
PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH). (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) mengumumkan rencana aksi pemecahan nilai saham dengan rasio 1:2. Tercatat, harga saham emiten distributor buah-buahan segar ini telah melesat 240,2% sejak awal penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) perseroan pada Agustus 2022 yang sebesar Rp388 per saham, menjadi Rp1.320.

“Dengan melakukan stock split, harga saham perseroan akan lebih terjangkau dan dapat memberikan sinyal positif terhadap pelaku pasar modal, untuk dapat turut berpartisipasi dalam mendukung saham perseroan,” kata manajemen BUAH dalam keterangan tertulis kepada otoritas bursa, Senin (25/8/2025).

Manajemen Segar Kumala menambahkan, aksi korporasi ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BUAH. Dan dengan harga per saham yang lebih terjangkau, memberi kesempatan kepada investor untuk aktif memperdagangkan dan ikut memiliki saham perusahaan, mengingat perseroan merupakan perusahaan distributor buah-buahan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Selain itu juga meningkatkan jumlah investor domestik di Tanah Air, karena dengan harga per saham yang lebih murah dan terjangkau, akan meningkatkan jumlah investor yang berminat untuk berinvestasi di saham perseroan,” tulis manajemen BUAH.

Manajemen Segar Kumala (BUAH) memaparkan, perseroan akan memecah nilai saham dari saat ini Rp50 per saham menjadi Rp25 per saham. Nantinya, jumlah saham perseroan akan bertambah dari 4,2 miliar saham menjadi 8,4 miliar saham.

Untuk memuluskan aksinya, perseroan bakal meminta persetujuan pemegang saham terkait stock split ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 1 Oktober 2025. Apabila disetujui, saham stock split akan mulai diperdagangkan dengan nominal baru di pasar tunai pada 24 Oktober mendatang.

Sementara itu pada perdagangan Senin (25/8/2025), saham BUAH ditutup melemah tipis 0,38% ke level Rp1.320 dibanding akhir pekan lalu. Dalam satu bulan terakhir, saham BUAH telah terkoreksi 1,12%, dan turun 32,65% sejak awal tahun 2025 (year to date/ytd).

Editor: Eva Fitriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia