Saham Melambung 240%, Emiten ini Umumkan Stock Split
JAKARTA, investor.id – PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) mengumumkan rencana aksi pemecahan nilai saham dengan rasio 1:2. Tercatat, harga saham emiten distributor buah-buahan segar ini telah melesat 240,2% sejak awal penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) perseroan pada Agustus 2022 yang sebesar Rp388 per saham, menjadi Rp1.320.
“Dengan melakukan stock split, harga saham perseroan akan lebih terjangkau dan dapat memberikan sinyal positif terhadap pelaku pasar modal, untuk dapat turut berpartisipasi dalam mendukung saham perseroan,” kata manajemen BUAH dalam keterangan tertulis kepada otoritas bursa, Senin (25/8/2025).
Baca Juga:
IHSG Melesat, 6 Saham Meroket sampai ARAManajemen Segar Kumala menambahkan, aksi korporasi ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BUAH. Dan dengan harga per saham yang lebih terjangkau, memberi kesempatan kepada investor untuk aktif memperdagangkan dan ikut memiliki saham perusahaan, mengingat perseroan merupakan perusahaan distributor buah-buahan di Indonesia.
“Selain itu juga meningkatkan jumlah investor domestik di Tanah Air, karena dengan harga per saham yang lebih murah dan terjangkau, akan meningkatkan jumlah investor yang berminat untuk berinvestasi di saham perseroan,” tulis manajemen BUAH.
Manajemen Segar Kumala (BUAH) memaparkan, perseroan akan memecah nilai saham dari saat ini Rp50 per saham menjadi Rp25 per saham. Nantinya, jumlah saham perseroan akan bertambah dari 4,2 miliar saham menjadi 8,4 miliar saham.
Untuk memuluskan aksinya, perseroan bakal meminta persetujuan pemegang saham terkait stock split ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 1 Oktober 2025. Apabila disetujui, saham stock split akan mulai diperdagangkan dengan nominal baru di pasar tunai pada 24 Oktober mendatang.
Baca Juga:
Investor Rotasi SektorSementara itu pada perdagangan Senin (25/8/2025), saham BUAH ditutup melemah tipis 0,38% ke level Rp1.320 dibanding akhir pekan lalu. Dalam satu bulan terakhir, saham BUAH telah terkoreksi 1,12%, dan turun 32,65% sejak awal tahun 2025 (year to date/ytd).
Editor: Eva Fitriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






