GOTO Punya Target Harga Baru, tapi Dipangkas
JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan perlambatan pertumbuhan bisnis on demand service (ODS), namun momentum bisnis GoTo Financial (GTF) tetap kuat. Muncul target harga baru saham GOTO.
GOTO mencetak pertumbuhan gross transaction value (GTV) ODS sebesar 8,8% yoy pada kuartal II-2025, melambat dari rata-rata pertumbuhan tahunan selama empat kuartal terakhir yang sekitar 17%. Hal itu seiring ketatnya persaingan, khususnya di segmen mobilitas.
Baca Juga:
3 Poin Penting soal GOTO“Kami memperkirakan tekanan tersebut masih berlanjut dalam jangka pendek, mengingat kompetitor masih melangsungkan promosi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, Selasa (26/8/2025).
Sementara itu, GOTO melalui GoTo Financial mempertahankan momentum yang kuat dengan pinjaman outstanding naik 88% yoy menjadi Rp 6,5 triliun. Target manajemen bisa mencapai Rp 8 triliun pada 2025 atau melonjak 55% yoy.
Peningkatan itu didukung oleh penetrasi yang lebih dalam melalui peluncuran ‘GoPay Pinjam’ di TikTok Shop pada kuartal II-2025, yang mengintegrasikan pinjaman tunai langsung ke dalam platform.
Lebih lanjut, Kafi dan Erindra mengungkapkan bahwa GOTO on track untuk mencapai panduan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,4-1,6 triliun. Hingga semester I-2025, GOTO membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 820 miliar. Ini menjaga perusahaan tetap berada di jalur untuk memenuhi panduan tahun ini.
Baca Juga:
Muncul Target Baru WIRGNamun, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun proyeksi GTV ODS GOTO untuk tahun 2025-2027 sebesar 4-5,3%. Implikasinya pertumbuhan lebih moderat sebesar 7% yoy, seiring ketatnya persaingan yang terus menekan segmen ini.
Target Harga Baru Saham GOTO
BRI Danareksa Sekuritas juga memangkas proyeksi pinjaman outstanding GoTo Financial menjadi Rp 8,1 triliun pada 2025 dibandingkan sebelumnya Rp 11,1 triliun. Ini mencerminkan pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan pada kuartal I dan II-2025.
“Meski demikian, makin mengecilnya kerugian di TTS-Tokopedia memperkuat visibilitas bagi GOTO untuk meraih laba bersih lebih cepat dari perkiraan,” sebut Kafi dan Erindra.
Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat buy untuk saham GOTO. Tapi, target harga saham GOTO berbasis sum of the parts (SOTP) diturunkan menjadi Rp 100 dari sebelumnya Rp 110.
Target harga baru tersebut mencerminkan penyesuaian pertumbuhan GTV ODS menjadi 7% dan pemangkasan proyeksi pinjaman outstanding menjadi Rp 8 triliun pada 2025. Adapun valuasi GOTO mengimplikasikan estimasi P/S 2025 sebesar 5,9 kali dibandingkan saat ini yang sebesar 4,8 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






