Laba Emiten Nikel Diterawang Meroket 115%, Saham Menuju TP
JAKARTA, Investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM) diprediksi mencetak lonjakan laba bersih 115% menjadi US$ 129 juta, dibandingkan estimasi tahun ini US$ 60 juta, seiring beroperasinya pabrik MHP, bahan baku baterai kendaraan listrik. Ini akan menopang saham HRUM yang diganjar target harga menggiurkan oleh sejumlah broker.
Berdasarkan riset UOB Kay Hian, unit bisnis Harum, Blue Sparking Energy (BSE), akan memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan kobalt pada kuartal I-2026. Saat ini, pembangunan fasilitas MHP sudah mencapai 85%. Semua peralatan kunci sudah dikirim dan dipasang di pabrik.
“Fokus sekarang adalah menuntaskan pembangunan di semua lini,” tulis UOB, dikutip Rabu (10/9/2025).
Dengan beroperasinya pabrik MHP BSE, UOB memprediksi EBIT bisnis nikel HRUM akan naik menjadi 90,4% pada 2027, dibandingkan 2024 sebesar 16,9%. Ini seiring kenaikan produksi nikel, sedangkan batu bara turun. Kapasitas terpasang pabrik BSE mencapai 67 ribu ton MHP dan 7.500 ton kobalt.
UOB menilai, laba bersih HRUM akan resilien, kendati produksi batu bara turun. Ini didorong oleh lebih stabilnya ASP batu bara perseroan dan rendahnya biaya produksi nikel PT Position, yang memasok bijih nikel ke smelter NPI dan nikel matte.
Baca Juga:
Ada yang Borong Saham CDIA“Produksi batu bara kemungkinan sedikit turun pada paruh kedua 2025, mengingat produksi semester I sudah mencapai 54% kuota tahunan,” tulis UOB.
Laba dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





