Sabtu, 4 April 2026

Pergerakan Harga Emas jadi Sinyal Kondisi Ekonomi Global

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
12 Sep 2025 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Trading emas. (Ist.)
Ilustrasi Trading emas. (Ist.)

JAKARTA, investor.id - Pengamat di bank investasi ternama Amerika Serikat, Morgan Stanley  memperkirakan harga emas dunia akan melanjutkan kenaikan hingga sekitar 5% di tahun 2025.

Dikutip dari Kitco News, Jumat (12/9/2025) Morgan Stanley memproyeksi nilai logam mulia tersebut akan mencapai puncak di level US$ 3.800 per ons pada akhir 2025.

"Emas memang cenderung berkinerja lebih baik setelah pemangkasan suku bunga The Fed, dan kami akan tetap memilih emas daripada perak, tetapi prospek kami untuk kedua logam tersebut tetap positif," kata Ahli Strategi Komoditas Logam & Pertambangan di Morgan Stanley, Amy Gower.

Gower menyoroti peran emas yang lebih dari sekadar aset safe haven, dengan pergerakan harganya menjadi sinyal bag investor tentang kondisi ekonomi dan pasar keuangan global.

“Emas selalu menjadi aset andalan di masa ketidakpastian. Namun pada tahun 2025, perannya terus berkembang. Investor mengamati emas bukan hanya sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi juga sebagai barometer untuk segala hal, mulai dari kebijakan bank sentral hingga risiko geopolitik," bebernya.

“Ketika harga emas bergerak, seringkali itu merupakan tanda bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi di bawah permukaan," lanjut Gower.

Ia pun membocorkan beberapa faktor kunci yang mendorong kenaikan harga emas, yang telah menanjak  lebih dari 38% sepanjang tahun 2025.

Faktor pertama, adalah pembelian emas yang kuat oleh bank-bank sentral global. Bahkan, logam mulia kini mewakili porsi cadangan bank sentral yang lebih besar daripada obligasi pemerintah AS untuk pertama kalinya sejak 1996.

"Ini merupakan tanda kepercayaan yang kuat terhadap nilai emas dalam jangka panjang," jelas dia.

"Dengan inflasi yang masih di atas target di banyak negara ekonomi utama, daya tarik emas secara mengejutkan tetap kuat meskipun merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil. Dan investor bertaruh bahwa bank sentral mungkin akan segera memangkas suku bunga, yang dapat semakin mendongkrak harga emas," imbuh Gower.

Namun, Gower juga mencatat, ada satu hal penting yang perlu dipertimbangkan. Menurutnya, meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai dan aset safe haven di tengah ketidakpastian makro, perhiasan merupakan bagian besar dari keseluruhan pasar logam mulia.

"Perhiasan menyumbang 40 persen permintaan emas dan 34 persen permintaan perak. Dan saat ini, bagaimana permintaan perhiasan akan berkembang masih belum diketahui," tambah Gower.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 5 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 9 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 13 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 39 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 42 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia