CDIA Perkuat Modal Rp 7,4 Triliun, Ekspansi Menjadi-jadi
JAKARTA, investor.id – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau CDI Group telah memperkuat basis modal perseroan melalui pinjaman Rp 2 triliun dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), penyertaan modal US$ 185 juta (Rp 3 triliun) dari Chandra Asri dan EGCO Group, serta dana IPO sebesar Rp 2,4 triliun.
Dengan demikian, CDIA berhasil meraup total Rp 7,4 triliun untuk memperkuat modal.
“Ini mencerminkan kepercayaan dan keyakinan dari mitra, investor, dan kreditur terhadap prospek pertumbuhan CDIA atau CDI Group, serta menyediakan fondasi yang kokoh untuk ekspansi di bidang energi, air, logistik, pelabuhan dan penyimpanan,” kata Direktur CDIA, Jonathan Kandinata dalam keterangannya, Senin (15/9/2025).
Dengan fondasi yang kuat tersebut, CDIA melanjutkan inisiatif pertumbuhan melalui ekspansi platform logistik. Pada semester I-2025, perseroan menyelesaikan akuisisi PT Barito Investa Prima – yang kini bernama PT Chandra Investa Prima – sehingga memperluas jangkauan layanan logistik darat.
Secara paralel, CDIA juga mengoperasikan dua kapal pengangkut gas ethylene guna memperkuat kapabilitas maritim, sekaligus memperkokoh integrasi rantai pasok aset Chandra Asri Group di Indonesia dan Singapura.
Lebih lanjut, perseroan mengalokasikan dana IPO sebesar Rp 2,4 triliun, yang terdiri atas Rp 0,9 triliun untuk tambahan kapal guna memperkuat lini logistik perseroan, serta Rp 1,5 triliun untuk pengembangan tangki penyimpanan, pipa ethylene, dan fasilitas pendukung lainnya untuk meningkatkan integrasi pelabuhan.
“Secara keseluruhan, inisiatif ini memperluas kapasitas layanan, memperdalam integrasi rantai nilai, dan memperkuat peran CDIA sebagai penggerak utama konektivitas regional dan solusi infrastruktur,” jelas Jonathan.
CDIA melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), juga telah memulai operasional dua kapal pengangkut gas ethylene – sebuah langkah strategis untuk memperkuat logistik maritim dan memastikan kelancaran distribusi bahan baku antara fasilitas Chandra Asri Group di Cilegon dan Aster Chemicals and Energy Pte Ltd di Singapura.
CSI menyediakan solusi transportasi bahan baku yang efisien dan kompetitif di kawasan, dengan kemampuan beroperasi baik di perairan domestik maupun internasional. Per Juni 2025, CSI mengelola delapan kapal kimia dan gas. Perseroan juga memperluas layanannya kepada pihak ketiga, serta menjajaki peluang di bidang manajemen dan perawatan kapal.
Baca Juga:
BRPT dan PTRO Tepis RumorCDIA juga memperkuat kapabilitas bisnis logistik melalui penambahan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT yang tengah diproduksi di Jepang. Kedua kapal tersebut akan berbendera Indonesia dan internasional untuk mendukung fleksibilitas layanan, mengoptimalkan efisiensi operasional, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi maritim.
“Armada baru ini akan memperkuat konektivitas distribusi di Indonesia dan Asia Tenggara, serta membuka peluang ekspansi ke pasar global,” tutur Jonathan.
Bermitra dengan penyedia teknologi terkemuka, kapal tersebut dijadwalkan beroperasi pada paruh pertama 2026. Dengan armada baru berstandar internasional, perseroan tidak hanya memperluas kapasitas sektor logistik, tapi juga memperkuat Indonesia sebagai hub distribusi regional untuk industri kimia.
Di Balik Lonjakan Laba Bersih
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





