BERITA POPULER: Geliat Harga Emas Perhiasan hingga Kabar Teranyar Entitas Emiten Prajogo
JAKARTA, investor.id – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Senin (15/9/2025):
1. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Senin 15 September 2025
Harga emas perhiasan mengalami perubahan berdasarkan perkembangan pasar global dan nilai tukar rupiah. Harga emas perhiasan hari ini, Senin (15/9/2025), mayoritas stabil, tapi Hartadinata Abadi malah turun.
Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.
Simak daftar harga emas perhiasan berdasarkan data Laku Emas, Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi dalam berbagai kadar karat di sini.
2. Muncul Kabar Baru dari Entitas Emiten Prajogo
Aster Chemicals & Energy Pte Ltd (Aster) mengumumkan keberhasilan penutupan fasilitas pinjaman sindikasi berjangka atau sustainability-linked syndicated term loan facility (SLL) senilai US$ 1 miliar, menyusul permintaan yang kuat dan kelebihan permintaan dari pasar perbankan.
Fasilitas ini ditingkatkan melalui penerapan opsi Greenshoe setelah menarik partisipasi luas dari bank-bank terkemuka di Singapura, Indonesia, Thailand, Uni Emirat Arab, Jepang, Inggris, dan Sri Lanka.
Adapun Aster adalah penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara, yang memasok produk dan layanan ke berbagai industri manufaktur di pasar domestik dan internasional. Aster merupakan perusahaan patungan yang dipimpin emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bersama dengan Glencore.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mayoritas memerah pada perdagangan pekan lalu. Pada Jumat (12/7/2025) saham ini diparkir minus 0,60% ke Rp 1.670.
Adapun dalam satu pekan terakhir, saham berkode ADRO tercatat anjlok 5,11%. Di mana asing membukukan net sell Rp 280,34 miliar. Adapun dalam periode tahun berjalan (ytd), saham Alamtri Resources Indonesia merosot 31,28% dengan asing mencetak net sell Rp 3,84 triliun.
Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) ADRO ada di posisi 0,67 kali alias masih diskon. Dengan price earning ratio (PER) 8,54 kali (TTM). Karena itu, nilai buku ADRO ada di kisaran Rp 2.500 per saham. simak ulasan lengkapnya disini.
4. Dana Asing US$ 80 Juta Diramal Masuk BRMS, Saham Bakal Begini
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) telah masuk portofolio reksa dana VanEck Gold Miners ETF (GDX). Ini diramal mendatangkan dana asing US$ 80 juta ke saham BRMS, yang kini mendapatkan target harga tinggi dari sejumlah broker.
Berdasarkan riset Sucor Sekuritas, masuknya BRMS ke GDX bakal meningkatkan likuiditas dan akses investor asing. Adapun guyuran dana asing sebesar US$ 80 juta setara lima kali rata-rata perdagangan harian saham BRMS.
Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BRMS dengan target harga segini. Saham ini menawarkan risiko asimetris di saham sektor pertambangan dan tembaga Bursa Efek Indonesia.
5. CDIA Rilis Lapkeu, Pendapatan dan Laba Kompak Melonjak
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau CDI Group merilis laporan keuangan semester I-2025 pada Senin (15/9/2025). Pendapatan dan laba CDIA kompak melonjak.
CDIA membukukan pendapatan sebesar US$ 66,87 juta sepanjang semester I-2025, meningkat 41,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 47,11 juta.
CDIA secara bertahap merencanakan ekspansi armada, yang tidak hanya akan meningkatkan kapasitas logistik, tetapi juga memperkuat posisi layanan transportasi laut yang kompetitif dan berstandar tinggi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






