Harga Emas Bisa Lampaui US$ 3.700, Siap-siap!
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia terus mencetak rekor baru, dengan kenaikan dalam beberapa hari terakhir mendorong nilai logam mulia mendekati level US $ 3.700 per ons.
Dikutip dari Kitco News, Selasa (16/9/2025) Direktur Strategi ETF di manajer investasi Aberdeen, Robert Minter mengungkapkan bahwa harga emas berada di jalur yang tepat untuk mencapai level US$ 3.700 per ons di akhir tahun.
Namun, Minter juga melihat, harga emas juga dapat terus meningkat jika Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin.
“The Federal Reserve memiliki peluang untuk mengambil langkah proaktif yang dramatis dan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin,” ungkap Minter dalam wawancara dengan Kitco. Menurutnya, kenaikan suku bunga tersebut dapat memberi momentum pada harga emas.
Sentimen pendorong pada kenaikan harga emas juga termasuk kekhawatiran seputar kondisi ekonomi AS juga disertai dengan ketegangan antara pemerintahan Presiden Presiden Donald Trump terhadap The Fed, yang tengah didesak untuk segera menurunkan suku bunga.
Adapun pendorong lainnya pada lonjakan harga emas baru-baru ini, yaitu rilis Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan angka ketenagakerjaan AS yang lemah, termasuk klaim pengangguran dan pertumbuhan lapangan kerja musim panas yang lambat. Hal ini memperbesar kemungkinan langkah agresif The Fed pada 16-17 September mendatang.
Bahkan tanpa pemangkasan suku bunga yang signifikan, Minter memperkirakan The Fed masih dapat mengirimkan sinyal kuat dengan memproyeksikan siklus pelonggaran yang berkepanjangan hingga tahun 2026, dalam prospek ekonomi yang diperbarui. Hal itu, tambahnya, juga dapat mendorong harga emas melampaui level US 3.700.
“Pemotongan sebesar 50 basis poin secara tradisional dianggap sebagai langkah panik, tetapi mereka memiliki alasan dengan data untuk mengambil langkah yang lebih besar, dan mereka dapat keluar dan mengatakan bahwa mereka berusaha untuk mengantisipasi ancaman resesi apa pun," paparnya.
"Tidak diragukan lagi bahwa suku bunga harus turun. Imbal hasil dua tahun menunjukkan bahwa suku bunga dana The Fed 100 basis poin terlalu tinggi," jelas Minter.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






