Pergerakan Harga Emas dalam Sepekan, Ini Proyeksinya
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia melanjutkan kenaikannya pada Selasa, 16 September 2025.
Harga emas hari ini naik tipis 0,06% menjadi US$ 3.681,38 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$ 3.689,27 pada awal perdagangan.
Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas di minggu ini akan melampaui US$ 3.700 hingga ke kisaran US$ 3.712.
"Resisten pertama, saya melihat harga emas dunia kemungkinan besar dalam minggu ini akan menuju level US$ 3.712. Resisten kedua kemungkinan di level US$ 3.760," ungkap Ibrahim di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Seandainya terjadi koreksi, Ibrahim menyebut, harga emas dapat kembali menyentuh level terkini di kisaran US$ 3.645, kemudian berlanjut ke kisaran US$ 3.596.
Ibrahim menjelaskan, fluktuasi dan kenaikan harga emas disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi geopolitik yang terus memanas.
Di Eropa, Ukraina dalam dua minggu terakhir ini terus melakukan serangan terhadap wilayah Rusia. Negara itu dilaporkan menargetkan fasilitas minyak Rusia dalam upaya untuk menghalangi kemampuan Moskow untuk mendanai perang.
Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendesak pengenaan sanksi tingkat kedua terhadap industri minyak Rusia. Trump juga mendesak negara-negara NATO, Uni Eropa, dan G7 untuk berhenti membeli minyak Rusia.
Ibrahim melanjutkan, kenaikan harga emas juga didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 16-17 September mendatang.
Di sisi lain, Pengadilan federal AS menerima banding yang diajukan Lisa Cook terkait pemecatatan oleh Trump. Hasilnya, Cook hingga saat ini masih menjabat di dewan gubernur The Fed. Selain itu, Senat Amerika juga mengukuhkan penasehat ekonomi Trump, Stephen Meeran sebagai dewan gubernur bank sentral. Perkembangan-perkembangan politik ini turut menjadi perhatian investor, yang pada akhirnya menaikkan harga emas.
"Investor memandang bahwa penunjukkan Stephen Meeran merupakan tanggapan untuk menghadapi pertemuan bank sentral Amerikatanggal 16-17 yang kemungkinan besar condong lebih dovish. Sehingga kebijakan-kebijakan bank sentral Amerika kemungkinan besar akan condong menurunkan suku bunga. Hal itu yang membuat harga emas dunia kembali mengalami penguatannya cukup signifikan," papar Ibrahim.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






