Minggu, 21 Juni 2026

Pergerakan Harga Emas dalam Sepekan, Ini Proyeksinya

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
16 Sep 2025 | 12:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Ilustrasi emas. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia melanjutkan kenaikannya pada Selasa, 16 September 2025.

Harga emas hari ini naik tipis 0,06% menjadi US$ 3.681,38 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$ 3.689,27 pada awal perdagangan. 

Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas di minggu ini akan melampaui US$ 3.700 hingga ke kisaran US$ 3.712.

ADVERTISEMENT

"Resisten pertama, saya melihat harga emas dunia kemungkinan besar dalam minggu ini akan menuju level US$ 3.712. Resisten kedua kemungkinan di level US$ 3.760," ungkap Ibrahim di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Seandainya terjadi koreksi, Ibrahim menyebut, harga emas dapat kembali menyentuh level terkini di kisaran US$ 3.645, kemudian berlanjut ke kisaran US$ 3.596. 

Ibrahim menjelaskan, fluktuasi dan kenaikan harga emas disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi geopolitik yang terus memanas. 

Di Eropa, Ukraina dalam dua minggu terakhir ini terus melakukan serangan terhadap wilayah Rusia. Negara itu dilaporkan menargetkan fasilitas minyak Rusia dalam upaya untuk menghalangi kemampuan Moskow untuk mendanai perang.

Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendesak pengenaan sanksi tingkat kedua terhadap industri minyak Rusia. Trump juga mendesak  negara-negara NATO, Uni Eropa, dan G7 untuk berhenti membeli minyak Rusia.

Ibrahim melanjutkan, kenaikan harga emas juga didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 16-17 September mendatang.

Di sisi lain, Pengadilan federal AS menerima banding yang diajukan Lisa Cook terkait pemecatatan oleh Trump. Hasilnya, Cook hingga saat ini masih menjabat di dewan gubernur The Fed. Selain itu, Senat Amerika juga mengukuhkan penasehat ekonomi Trump, Stephen Meeran sebagai dewan gubernur bank sentral. Perkembangan-perkembangan politik ini turut menjadi perhatian investor, yang pada akhirnya menaikkan harga emas.

"Investor memandang bahwa penunjukkan Stephen Meeran merupakan tanggapan untuk menghadapi pertemuan bank sentral Amerikatanggal 16-17 yang kemungkinan besar condong lebih dovish. Sehingga kebijakan-kebijakan bank sentral Amerika kemungkinan besar akan condong menurunkan suku bunga. Hal itu yang membuat harga emas dunia kembali mengalami penguatannya cukup signifikan," papar Ibrahim.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia