Pembelian Bank Sentral Bakal Dorong Harga Emas ke Level Ini
JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diperkirakan akan lanjut mengalami kenaikan hingga ke kisaran US$ 3.800 per ons pada akhir tahun 2025. Angka tersebut mengikuti ekspetasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed), ekonomi Amerika Serikat yang dibayangi pelemahan, juga langkah bank-bank sentral global yang menambah kepemilikan emas.
Seperti diketahui, bank sentral China membeli emas hingga 10 bulan berturut-turut, dengan pembelian di bulan Agustus menyentuh level 2 juta ton. Adapun Bank sentral Polandia yang memutuskan untuk meningkatkan kepemilikan emas hingga 30% dari aset cadangan devisanya.
"(Harga emas US$ 3.800) kemungkinan tercapai. Kita melihat bahwa Rupiah terus menguat di kisaran Rp 16.200 - Rp 16.300 karena kondisi ekonomi di dalam negeri sedikit stabil, sehingga logam mulia di Rp 2,150 merupakan level terbaiknya dengan kondisi harga emas US$ 3.800," ungkap pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, dikutip Rabu (17/9/2025).
Ibrahim menjelaskan, proyeksi harga emas di level US$ 3.800 pers ons tahun ini juga seiring ekspetasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada Rabu malam (17/9).
"Kalau The Fed sudah menurunkan suku bunga, ada kemungkinan penurunan lebih lanjut pada bulan Oktober dan November, sehingga harga emas di US$ 3.800 menjadi angka yang paling tepat untuk tahun 2025," imbuhnya.
Senada, ANZ Group juga mematok perkiraan harga emas tahun 2025 di level US$ 3.800 per ons. Dikutip dari Goldinvest, perbankan asal Australia itu juga memproyeksi harga emas akan melanjutkan kenaikan hingga ke kisaran $ 4.000 USD per ons pada pertengahan 2026.
ANZ memperkirakan, pembelian emas oleh bank sentral global tahun ini diperkirakan mencapai 900 hingga 950 ton. Ini berarti pembelian 485 hingga 500 ton untuk paruh kedua tahun ini.
Sementara itu, perusahaan konsultan komoditas, Metals Focus memproyeksi bank-bank sentral global akan membeli sekitar 1.000 metrik ton emas pada tahun 2025, yang akan menjadi tahun keempat pembelian besar-besaran mereka, dalam upaya mendiversifikasi cadangan dari aset berdenominasi dolar ke emas batangan, demikian dikutip dari US News.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






