Independensi The Fed Tertekan, Harga Emas Diramal Tembus Angka Ini
JAKARTA, investor.id - Deutsche Bank secara agresif menaikkan proyeksi harga emas dunia tahun 2026 menjadi US$ 4.000 troy ons.
Dikutip dari Mining.com, Kamis (18/9/2025) perbankan asal Jerman itu sebelumnya memproyeksi harga emas akan menyentuh level US$ 3.700 tahun depan.
Baca Juga:
Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar ASAwal bulan ini, Goldman Sachs sempat mengeluarkan proyeksi yang lebih agresif, yang menunjukkan bahwa emas dapat mendekati US$ 5.000 per ons jika hanya 1% dari obligasi pemerintah AS yang dimiliki secara pribadi dialokasikan kembali ke logam mulia tersebut.
Naiknya proyeksi harga emas versi Deutsche Bank dengan melihat volatilitas ekonomi dan perkembangan politik di AS di mana ketidakpastian atas independensi Federal Reserve meningkat, hingga dolar AS melemah. Adapun pembelian emas yang terus berlanjut diantara bank-bank sentral global.
Analis Deutsche Bank yang dipimpin oleh Michael Hsueh mengatakan bahwa pergerakan harga emas baru-baru ini masih memiliki ruang gerak lebih lanjut.
Baca Juga:
Harga Emas Rontok Usai Pernyataan PowellSelain itu, Deutsche Bank juga menekankan peran pembelian sektor resmi dalam menopang harga emas. Seperti diketahui, bank-bank sentral saat ini mengakuisisi emas sekitar dua kali lipat dari laju yang tercatat antara tahun 2011 dan 2021, dengan China menjadi kontributor terbesar.
Harga emas sendiri telah melonjak sepanjang tahun, hingga sekitar 41% year-to-date dan baru-baru ini menembus level US$ 3.700 untuk pertama kalinya.
Pergerakan harga emas ini bahkan telah melampaui kenaikan di kelas aset utama seperti S&P 500 dan mendorong nilai emas batangan melampaui puncaknya yang disesuaikan dengan inflasi sejak tahun 1980. Melemahnya dolar AS yang sekarang berada di level terendah sejak bulan Juli juga turut mendorong harga emas.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






