Minggu, 21 Juni 2026

Atlas Resources (ARII) Mau Minta Restu Private Placement 319 Juta Saham

Penulis : Erta Darwati
22 Sep 2025 | 11:13 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pertambangan PT Atlas Resources Tbk (ARII). (Foto: Perseroan)
Aktivitas pertambangan PT Atlas Resources Tbk (ARII). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten tambang batu bara PT Atlas Resources Tbk (ARII), berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Rencananya, ARII akan melakukan private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 319 juta saham baru dengan nominal Rp 200 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 9,29% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Rencana private placement tersebut akan berjalan setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2025. 

ADVERTISEMENT

Dana hasil private placement tersebut, setelah dikurangi biaya pelaksanaan, seluruhnya akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Fokus penggunaan dana ditujukan pada kebutuhan operating expenses (OPEX), termasuk biaya produksi, transportasi, serta pemeliharaan infrastruktur logistik batu bara.

Perseroan berencana untuk meneruskan peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur hub Musi Rawas Utara (Mutara) yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Infrastruktur hub Mutara meliputi jalan angkut dan pelabuhan batubara yang terkait erat dengan kapasitas produksi dan logistik perseroan pada tahun-tahun mendatang.

“Dengan modal kerja yang lebih baik, perseroan dapat menjalin kerja sama dan pembiayaan investasi dengan pihak ketiga guna mendukung kegiatan usaha,” tulis manajemen ARII dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/9/2025).

Adapun dengan adanya sejumlah saham baru yang dikeluarkan dalam rangka PMTHMETD, bagi pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan (dilusi) persentase kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan yaitu sebanyak-banyaknya 8,5%.

Akan tetapi, jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham sebelum dan sesudah penerbitan saham baru tidak mengalami perubahan, sehingga tidak merugikan pemegang saham saat ini.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 60 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia