Laba Terbang, Saham Bagger, Katanya Butuh Cooling Down
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi atas saham emiten Hermanto Tanoko PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise selama sehari perdagangan pada Jumat (26/9/2025).
Suspensi dilakukan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RISE dan dalam rangka cooling down. “Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) pada tanggal 26 September 2025,” ungkap pengumuman BEI.
Suspensi saham RISE tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham ini.
Dalam periode 22-25 September 2025, saham emiten properti Hermanto Tanoko ini selalu mentok auto reject atas (ARA). Selama sepekan, saham Tanrise (RISE) melonjak 142.79% alias mencetak 1 bagger.
Baca Juga:
Saham EMAS Ada yang SerokSebenarnya, dari sisi kinerja hingga semester I-2025, Tanrise mencetak hal yang impresif. Pendapatan usaha meningkat 52% ke Rp 213,92 miliar, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terbang 283% ke angka Rp 33,09 miliar.
Selain itu, RISE mengubah fasilitas kredit sehingga fasilitas kredit yang diberikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA adalah fasilitas kredit lokal (rekening koran) sebesar Rp 500 miliar dari sebelumnya Rp 400 miliar. “Tujuan transaksi untuk pengembangan usaha,” jelas Sekretaris Perusahaan Tanrise Go Herliani Prayogo dalam keterbukaan informasi beberapa waktu lalu.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






