Minggu, 21 Juni 2026

Laba Emiten Boy Thohir (MBMA) Susut 71,3% 

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
27 Sep 2025 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas milik PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: Perseroan)
Salah satu fasilitas milik PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten Garibaldi Thohir, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan kinerja negatif sepanjang semester I-2025 dengan membukukan penurunan laba dan pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, MBMA mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatritribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 5,85 juta atau sekitar Rp 94,98 miliar. Torehan laba pada semester I-2025 itu anjlok 71,3% dari posisi yang dicatatkan MBMA pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 20,39 juta atau sekitar Rp 330,96 miliar.

Penurunan laba bersih MBMA ini sejalan dengan kinerja pendapatan yang terkoreksi 31,89% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$ 627,70 juta atau setara Rp 10,18 triliun dari sebelumnya US$ 921,64 juta atau setara Rp 14,95 triliun pada semester I-2024

ADVERTISEMENT

Secara rinci, pendapatan utama dari dari penjualan pihak ketiga untuk nickel pig iron (NPI) mencapai US$ 381,38 juta, nikel matte sebesar US$ 144,08 juta dan bijih nikel limonit sebesar US$ 74,40 juta. Seiring dengan turunnya pendapatan, beban pokok pendapatan juga ikut menyusut menjadi sebesar US$ 578,7 juta atau setara Rp 9,38 triliun.

Beban tersebut turun 32,63% dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya di level US$ 858,47 juta atau sekitar Rp 13,93 triliun.

Alhasil, laba kotor tercatat sebesar US$ 49,33 juta atau setara Rp 800,71 miliar, turun 21,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 63,17 juta.

Hingga paruh pertama 2025, MBMA mencatatkan total liabilitas tercatat sebesar US$1,15 miliar dengan rincian liabilitas jangka pendek sebesar US$ 399,25 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar US$ 760,70 juta.

Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar US$ 2,32 miliar per akhir Juni 2025, naik dibandingkan dengan periode akhir 2024 yang tercatat sebesar US$ 2,34 miliar. Sementara itu total aset MBMA tercatat sebesar US$ 3,48 miliar.

Namun demikian, pada perdagangan Jumat (26/9/2025), saham MBMA berakhir di zona hijau pada level 580, setelah menembus level ARA sebanyak 116 poin (25%).

Selama sepekan terakhir, saham MBMA menguat sebanyak 23,40%, secara year-to-date (ytd) MBMA telah melambung signifikan mencapai 26,64% dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 62,64 triliun.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia