Reli Harga Emas Belum Selesai, Tren Bullish Masih Kuat hingga Akhir 2025
Selain faktor politik, arah kebijakan moneter The Fed juga memberikan dorongan besar bagi reli emas. Bank sentral AS baru saja memangkas suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak akhir 2024, dan mengisyaratkan dua kali pemangkasan tambahan hingga akhir tahun ini.
Menurut data CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 78% bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada Desember mendatang. Penurunan suku bunga secara historis mendukung kenaikan harga emas, karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.
Di sisi lain, kabar positif dari Timur Tengah sempat menahan laju penguatan emas. Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya fase pertama kesepakatan damai antara Israel dan Hamas, termasuk rencana pembebasan sandera dalam 72 jam ke depan. Namun, sebagian analis menilai dampaknya terhadap pasar masih terbatas karena implementasi kesepakatan tersebut belum pasti.
Tidak hanya itu, emas sedikit tergoyahkan oleh penguatan dolar AS. Indeks DXY naik 0,45% ke level 99,00, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun tipis ke 4,11%. “Selama harga bertahan di atas level psikologis US$ 4.000, potensi penguatan emas masih sangat terbuka. Tekanan jual justru menjadi peluang bagi investor jangka menengah untuk kembali masuk,” pungkas Andy.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






