BBRI Diteropong, Muncul Harga Segini
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih menjadi salah satu fokus para pemodal. KB Valbury Sekuritas menyampaikan analisisnya guna memaksimalkan cuan saham BBRI, jika pemodal melakukan trading pada perdagangan Senin (27/10/2025).
KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham BBRI. Target harga harian sebesar Rp 3.900. Pemodal bisa masuk di kisaran harga Rp 3.810-3.850 (entry price).
Secara teknikal, level resistance (batas atas) saham BBRI di Rp 3.900, sedangkan level support (batas bawah) Rp 3.810. “Waspada jika harga menembus Rp 3.810. Stop loss di level Rp 3.720,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (26/10/2025).
Pada perdagangan Jumat (24/10/2025), saham BRI (BBRI) ditutup menguat 0,79% ke level Rp 3.850. Dalam sepekan terakhir, BBRI melonjak 10%, namun dalam sebulan terpangkas 7%. Selama periode year to date (ytd), saham BBRI terkikis 5,6%.
Sementara itu, dari sisi kinerja, BBRI menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 7-9% yoy. BBRI fokus pada segmen konsumer, misalnya kredit payroll dan KPR serta UMKM, dengan size antara Rp 5-500 miliar.
BBRI juga memproyeksikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 7,3-7,9%. Namun, itu tergantung pada kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
“Proyeksi tahun 2025 berfokus pada optimalisasi portofolio pembiayaan dan efisiensi digital untuk menjaga margin sekitar 8%,” tulis Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer dalam risetnya.
Selain itu, menurut dia, BBRI berkomitmen menjaga kualitas aset dengan menargetkan non-performing loan (NPL) tetap di bawah 3%.
Baca Juga:
10 Saham Dibanting Tanpa AmpunSedangkan cost to income ratio (CIR) ditargetkan pada kisaran 41-42%. Ini menunjukkan fokus pada efisiensi operasional.
Pada kuartal II-2025, BRI (BBRI) mencatatkan total pendapatan Rp 44,77 triliun atau turun tipis 1,4% qoq, namun menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 6,9% yoy.
Harga Wajar BBRI
Adapun pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BBRI naik 4,4% qoq atau melonjak 10,1% yoy menjadi Rp 37,42 triliun. Peningkatan NII didorong oleh kenaikan yang lebih tinggi pada total pendapatan bunga sebesar 5,4% qoq atau 8,2% yoy dibandingkan kenaikan total beban bunga sebesar 8,1% qoq atau 3,6% yoy.
Namun, laba bersih BBRI pada kuartal II-2025 turun 7,8% qoq atau melemah 8,8% yoy menjadi Rp 12,6 triliun. Ini terutama disebabkan oleh kenaikan signifikan pada beban pajak sebesar 29,5% qoq, serta tekanan biaya operasional. “Laba operasional sedikit turun 1,4% qoq,” sebut Khaer.
Dengan berbagai faktor yang ada, Kiwoom Sekuritas merevisi turun target harga saham BBRI untuk 12 bulan ke depan menjadi Rp 4.720. Target harga tersebut juga sebagai harga wajar saham BBRI yang sebesar Rp 4.720.
Kiwoom Sekuritas menggunakan pendekatan multiple valuation methods (DDM, P/E, dan PBV) serta mempertimbangkan proyeksi penurunan laba bersih BBRI.
Rekomendasi untuk saham BBRI adalah overweight. Risiko utamanya mencakup risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, serta kebijakan pemerintah terutama terkait suku bunga.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






