Minggu, 21 Juni 2026

Jual Beli Emas Marak

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
20 Nov 2025 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/ HO-Bos Emas Indonesia)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/ HO-Bos Emas Indonesia)

JAKARTA, investor.id - Tren emas tampaknya makin meningkat di pasar dan bank-bank sentral global.

Bank sentral Rusia mengungkapkan bahwa penjualan dan pembelian emas di pasar domestik untuk cadangan anggaran, Dana Kekayaan Nasional (NWF), telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya likuiditas emas.

Tren ini terjadi saat aset bank sentral Rusia dalam dolar AS, euro, dan mata uang utama lainnya telah dibekukan sebagai bagian dari sanksi Barat atas tindakan militernya di Ukraina.

Pada tahun 2023, Rusia mengecualikan dolar AS, euro, dan mata uang Barat lainnya dari struktur mata uang cadangan fiskalnya, yang sekarang disimpan dalam yuan China dan emas, dengan target porsi masing-masing 60% dan 40%.

"Yuan dan emas adalah aset likuid NWF. Pembelian atau penjualan aset mata uang likuid NWF untuk rubel mengharuskan bank sentral melakukan operasi dengan volume yang setara di pasar domestik," demikian keterangan bank sentral Rusia.

Dilaporkan juga, perputaran emas di pasar domestik Rusia telah meningkat seiring lonjakan reli harga emas global, memungkinkan bank sentral untuk mengintensifkan transaksi emas.

Namun, bank sentral Rusia tidak menyebutkan kapan peningkatan volume transaksi tersebut dilakukan.

Bank sentral tersebut tidak dapat membeli emas di pasar internasional karena sanksi. Meskipun Rusia merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, likuiditas pasar domestik yang rendah sebelumnya membatasi kemampuan bank sentral untuk meningkatkan operasinya.

"Karena likuiditas pasar emas domestik telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral melakukan operasi yang setara tidak hanya melalui pembelian dan penjualan yuan untuk rubel, tetapi juga sebagian melalui pembelian dan penjualan emas," terangnya.

Per 1 November 2025, aset likuid di NWF Rusia yang terdiri dari yuan dan emas berjumlah US$ 51,6 miliar atau 1,9% dari proyeksi produk domestik bruto (PDB) Rusia. Aset-aset ini dapat digunakan untuk menutupi defisit anggaran.

Mata uang asing dan emas yang disimpan atas nama NWF diperhitungkan sebagai bagian dari cadangan emas dan devisa bank sentral, yang nilainya mencapai US$ 720 miliar, termasuk aset yang dibekukan, dengan porsi emas lebih dari 41%.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia