Minggu, 21 Juni 2026

Emiten Grup Bakrie (ENRG) Kantongi Dana Segar Rp 500 Miliar

Penulis : M. Ghafur Fadillah
8 Jan 2026 | 17:17 WIB
BAGIKAN
Blok Kangean yang dikelola oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (Foto: ENRG)
Blok Kangean yang dikelola oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (Foto: ENRG)

Saham emiten migas Grup Bakrie ini bahkan diyakini bakal terus melaju di zona hijau pada tahun 2026, dengan target harga dinaikkan 121% seiring berbagai langkah agresif perseroan dalam mengakselerasi bisnis ke depan.

“Berdasarkan valuasi DCF (Discounted Cash Flows) dan prospek ke depan, kami menaikkan target harga saham ENRG untuk 12 bulan ke depan menjadi Rp 1.720 dari sebelumnya Rp 775. Nilai wajar ENRG saat ini mengimplementasikan PER 29,32x (2026F 25,2x) dan PBV 3,22x (2026F 2,86x),” kata Senior Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas dalam riset.

Meski valuasi saham ENRG saat ini sudah di atas rata-rata lima tahun terakhir, dalam hitungan Kiwoom Sekuritas, saham migas ini masih diperdagangkan di bawah harga wajarnya. Ini mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut dan pemeringkatan ulang seiring penguatan fundamental perusahaan.

ADVERTISEMENT

“Tetap waspadai potensi risiko dari transisi energi, ketidakpastian kebijakan, fluktukasi harga komodias, kompetisi, dan kemajuan teknologi,” ujar Sukarno mengingatkan.

Sukarno menyebut, ENRG menunjukkan profitabilitas yang tetap solid hingga akjhir kuartal III-2025. Sepanjang sembilan bulan 2025 (9M25), perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 361 juta atau naik 13% dibanding periode sama tahun lalu (yoy), dan pada kuartal III-2025 US$ 122 juta atau tumbuh 26% yoy. 

Kenaikan tersebut didukung kontribusi yang lebih kuat dari aset penghasil minyak, termasuk Bentu, Sengkang, Siak, dan Kampar.

EBITDA 9M25 juga naik 26%yoy menjadi US$ 217 juta, sementara EBITDA pada kuartal III-2025 turun 23% yoy ke US$ 71 juta. Laba bersih kuartal III-2025 naik 13% yoy dan 12% qoq menjadi US$ 20 juta berkat dikontribusi dari margin yang dimoderasi.

Capaian tersebut sejalan dengan output minyak yang naik 6% yoy menjadi 8.381 bopd, membantu mengimbangi volume gas yang lebih rendah 2% yoy. Sementara harga minyak sendiri turun 14% yoy, dan harga gas naik 7% yoy.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia