Emas Reli, Pembeli Ritel Ngos-ngosan
JAKARTA, investor.id - Harga yang tinggi makin membatasi pembelian emas fisik, terutama oleh pembeli ritel, di salah satu negara konsumen logam mulia terbesar di dunia, yakni India.
Dikutip dari Yahoo! Finance, Sabtu (10/1/2026), para pedagang emas India pekan ini mengenakan premi harga emas hingga US$ 6 per troy ons di atas harga resmi domestik, termasuk bea impor 6% dan bea penjualan 3%.
Baca Juga:
Emas Bikin Bank Sentral Kebanjiran CuanHarga emas domestik India kini diperdagangkan sekitar 138.000 rupee per 10 gram, tidak jauh dari rekor tertinggi 140.465 rupee.
"Pembelian perhiasan sangat terpengaruh oleh kenaikan harga. Pembeli ritel menunda pembelian," kata Ashok Jain, pemilik perusahaan grosir emas Chenaji Narsinghji yang berbasis di Mumbai.
Para penjual perhiasan melaporkan jumlah pengunjung yang sangat sedikit dan hanya permintaan marginal untuk koin dan batangan, kata seorang pedagang emas batangan yang berbasis di Mumbai dari sebuah bank swasta.
Sementara itu, di China, negara konsumen utama terbesar di dunia, harga emas batangan diperdagangkan dengan harga premium sebesar US$ 21 per troy ons di atas harga spot patokan global minggu ini.
Baca Juga:
Emas jadi Andalan Bank Sentral"Permintaan emas fisik di Asia menunjukkan peningkatan kembali minggu ini, khususnya di China dan Hong Kong, yang mencerminkan kondisi pasokan yang lebih ketat dan kebangkitan minat ritel setelah periode liburan," kata Bernard Sin, direktur regional China di MKS PAMP.
Bank HSBC mengungkapkan bahwa pihaknya memperkirakan harga emas perhiasan akan stabil di 2026. Namun, hal ini dinilai belum cukup kuat untuk memulihkan permintaan.
"Kami memperkirakan permintaan perhiasan turun hingga dua digit pada 2025, dan kami menduga akan ada pemulihan yang lambat paling baik pada tahun 2026 dan 2027," kata analis HSBC, James Steel.
"Namun dengan harga di atas US$ 4.000/troy ons, permintaan telah semakin terkikis. Bahkan penurunan harga yang signifikan mungkin tidak cukup untuk mendorong peningkatan permintaan yang signifikan karena pergeseran ke arah barang yang lebih ringan atau substitusi ke perhiasan platinum kemungkinan akan terus berlanjut," pungkasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






