Minggu, 21 Juni 2026

Emas Reli, Pembeli Ritel Ngos-ngosan

Penulis : Natasha Khairunisa
10 Jan 2026 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg / Getty Images)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Bloomberg / Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Harga yang tinggi makin membatasi pembelian emas fisik, terutama oleh pembeli ritel, di salah satu negara konsumen logam mulia terbesar di dunia, yakni India. 

Dikutip dari Yahoo! Finance, Sabtu (10/1/2026), para pedagang emas India pekan ini mengenakan premi harga emas hingga US$ 6 per troy ons di atas harga resmi domestik, termasuk bea impor 6% dan bea penjualan 3%.

Harga emas domestik India kini diperdagangkan sekitar 138.000 rupee per 10 gram, tidak jauh dari rekor tertinggi 140.465 rupee.

"Pembelian perhiasan sangat terpengaruh oleh kenaikan harga. Pembeli ritel menunda pembelian," kata Ashok Jain, pemilik perusahaan grosir emas Chenaji Narsinghji yang berbasis di Mumbai.

Para penjual perhiasan melaporkan jumlah pengunjung yang sangat sedikit dan hanya permintaan marginal untuk koin dan batangan, kata seorang pedagang emas batangan yang berbasis di Mumbai dari sebuah bank swasta.

Sementara itu, di China, negara konsumen utama terbesar di dunia, harga emas batangan diperdagangkan dengan harga premium sebesar US$ 21 per troy ons di atas harga spot patokan global minggu ini. 

"Permintaan emas fisik di Asia menunjukkan peningkatan kembali minggu ini, khususnya di China dan Hong Kong, yang mencerminkan kondisi pasokan yang lebih ketat dan kebangkitan minat ritel setelah periode liburan," kata Bernard Sin, direktur regional China di MKS PAMP.

Bank HSBC mengungkapkan bahwa pihaknya memperkirakan harga emas perhiasan akan stabil di 2026. Namun, hal ini dinilai belum cukup kuat untuk memulihkan permintaan.

"Kami memperkirakan permintaan perhiasan turun hingga dua digit pada 2025, dan kami menduga akan ada pemulihan yang lambat paling baik pada tahun 2026 dan 2027," kata analis HSBC, James Steel.

"Namun dengan harga di atas US$ 4.000/troy ons, permintaan telah semakin terkikis. Bahkan penurunan harga yang signifikan mungkin tidak cukup untuk mendorong peningkatan permintaan yang signifikan karena pergeseran ke arah barang yang lebih ringan atau substitusi ke perhiasan platinum kemungkinan akan terus berlanjut," pungkasnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia