Minggu, 21 Juni 2026

Emas Belum Jenuh Beli, WGC Beberkan Analisisnya

Penulis : Natasha Khairunisa
13 Jan 2026 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Emas batangan. (Foto: Chalinee Thirasupa / Bloomberg / Getty Images)
Emas batangan. (Foto: Chalinee Thirasupa / Bloomberg / Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Reli harga emas dunia yang terus berlangsung hingga menyentuh level US$ 4.600 per troy ons diyakini tidak akan menimbulkan jenuh beli di pasar. Hal itu diungkapkan oleh World Gold Council (WGC).

Dalam Laporan Pemantauan Pasar Mingguan terbaru, analis WGC mencatat bahwa harga emas on track atau berada di jalur kembali ke tren kenaikan, setelah awal tahun yang menantang.

“Dua minggu memasuki tahun 2026, dan emas tampaknya telah mengatasi hambatan awal berupa penjualan rugi pajak, penyeimbangan kembali portofolio, dan volatilitas dengan tiga rekor tertinggi baru sepanjang masa,” tulis analis WGC, dikutip dari Kitco News, Selasa (13/1/2026).

"Dan ketika lonjakan geopolitik yang biasanya singkat menjadi sering terjadi, hal itu mulai menanamkan premi risiko yang lebih tinggi, yang menguntungkan emas," lanjut WGC.

WGC menyoroti bahwa dakwaan pemerintahan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell memberikan dorongan lebih lanjut pada harga emas di perdagangan hari Senin, yang mencapai kisaran US$ 4.600 per troy ons.

“Semua ini memperkuat sebuah pesan: alokasi strategis ke emas menguntungkan portofolio di dunia yang semakin tidak pasti. Emas hanya mengalami sedikit penurunan sejauh ini meskipun ada tanda-tanda kelelahan dan momentum yang berbeda, dan pasar telah bergerak ke level tertinggi baru setelah berhasil mempertahankan dukungan dari rata-rata eksponensial jangka pendek 13 hari yang meningkat, yang saat ini terlihat di US$ 4.447/troy ons,” tulis mereka.

WGC menyatakan, pihaknya mempertahankan pandangan mereka bahwa konsolidasi ini merupakan jeda sementara dalam tren kenaikan.

"Meskipun harga emas bertahan di US$ 4.447/troy ons, risiko langsung tetap terlihat lebih tinggi dengan resistensi berikutnya terlihat di US$ 4.600/troy ons, dengan batas atas dari apa yang kami lihat sebagai overbought ekstrem," sebutnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia