Cadangan Emas Venezuela Disita Bank Sentral Inggris, Segini Nilainya
JAKARTA, investor.id - Inggris mengisyaratkan bahwa cadangan emas Venezuela senilai lebih dari US$ 1 miliar akan tetap disimpan di brankas Bank of England (BoE), menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh aparat Amerika Serikat.
Dalam pidatonya di parlemen beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyatakan, karena Inggris tidak mengakui pemerintahan Maduro, cadangan emas batangan Venezuela kemungkinan besar tidak akan dilepaskan.
"Jelas, ada keputusan independen yang harus diambil oleh Bank of England, tetapi prinsip-prinsip kita adalah tentang menjaga dan mengejar stabilitas dan transisi menuju demokrasi, dan itulah yang memandu pendekatan kita," kata Cooper, dikutip dari Fox News, Rabu (14/1/2026).
Diketahui, cadangan emas bank sentral Venezuela telah dibekukan sejak tahun 2020 di tengah klaim yang saling bertentangan mengenai pihak yang memiliki wewenang hukum untuk mengaksesnya.
Kepala analisis pasar untuk EMEA dan Asia di StoneX, Rhona O’Connell melaporkan bahwa Venezuela telah menjual emas dalam jumlah besar antara tahun 2012 dan 2016 seiring dengan memburuknya krisis ekonomi negara tersebut.
“Penjualan besar terakhir tampaknya mencapai 85 ton metrik pada paruh pertama tahun 2016, dengan penjualan kecil selanjutnya setelah itu,” katanya, menambahkan bahwa Venezuela terakhir kali secara resmi melaporkan cadangan emasnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada pertengahan tahun 2018.
“Angka yang diperoleh oleh World Gold Council (WGC) menunjukkan penjualan bersih sebesar 179 ton sejak tahun 2022,” ungkap O’Connell.
Pada tahun 2020, Maduro melancarkan tuntutan hukum terhadap Bank of England. Hal ini memicu klaim saling bertentangan mengenai bank sentral yang dapat memegang emas tersebut, tetapi telah dikenai sanksi AS sejak April 2019.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






