Minggu, 21 Juni 2026

Cadangan Emas Venezuela Disita Bank Sentral Inggris, Segini Nilainya

Penulis : Natasha Khairunisa
14 Jan 2026 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Dario Pignatelli/ Bloomberg/ Getty Images)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Dario Pignatelli/ Bloomberg/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Inggris mengisyaratkan bahwa cadangan emas Venezuela senilai lebih dari US$ 1 miliar akan tetap disimpan di brankas Bank of England (BoE), menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh aparat Amerika Serikat.

Dalam pidatonya di parlemen beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyatakan, karena Inggris tidak mengakui pemerintahan Maduro, cadangan emas batangan Venezuela kemungkinan besar tidak akan dilepaskan.

"Jelas, ada keputusan independen yang harus diambil oleh Bank of England, tetapi prinsip-prinsip kita adalah tentang menjaga dan mengejar stabilitas dan transisi menuju demokrasi, dan itulah yang memandu pendekatan kita," kata Cooper, dikutip dari Fox News, Rabu (14/1/2026).

Diketahui, cadangan emas bank sentral Venezuela telah dibekukan sejak tahun 2020 di tengah klaim yang saling bertentangan mengenai pihak yang memiliki wewenang hukum untuk mengaksesnya.

Kepala analisis pasar untuk EMEA dan Asia di StoneX, Rhona O’Connell melaporkan bahwa Venezuela telah menjual emas dalam jumlah besar antara tahun 2012 dan 2016 seiring dengan memburuknya krisis ekonomi negara tersebut.

“Penjualan besar terakhir tampaknya mencapai 85 ton metrik pada paruh pertama tahun 2016, dengan penjualan kecil selanjutnya setelah itu,” katanya, menambahkan bahwa Venezuela terakhir kali secara resmi melaporkan cadangan emasnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada pertengahan tahun 2018.

“Angka yang diperoleh oleh World Gold Council (WGC) menunjukkan penjualan bersih sebesar 179 ton sejak tahun 2022,” ungkap O’Connell.

Pada tahun 2020, Maduro melancarkan tuntutan hukum terhadap Bank of England. Hal ini memicu klaim saling bertentangan mengenai bank sentral yang dapat memegang emas tersebut, tetapi telah dikenai sanksi AS sejak April 2019.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 53 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia