Sabtu, 20 Juni 2026

Harga Emas Jatuh Tiga Pekan Beruntun, Goldman Sachs Pangkas Target

Penulis : Indah Handayani
20 Jun 2026 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

NEW YORK, investor.idHarga emas dunia kembali jatuh pada perdagangan Jumat (19/6/2026) dan mencatat penurunan mingguan untuk tiga pekan berturut-turut. Tekanan terhadap logam mulia semakin besar setelah The Fed mempertahankan sikap hawkish dan dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Dikutip dari Reuters, di saat yang sama, Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir 2026, menambah sentimen negatif di pasar.

Harga emas spot ditutup anjlok 1,3% menjadi US$ 4.154,48 per ons troi. Sepanjang sesi perdagangan, emas bahkan sempat menyentuh level US$ 4.119,78 per ons troi, yang merupakan posisi terendah sejak 11 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup ambles 1,72% menjadi US$ 4.172,9 per ons troi.

ADVERTISEMENT

Pelemahan emas terjadi seiring penguatan dolar AS yang menuju kenaikan mingguan. Kondisi tersebut membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Analis Senior Pasar Tradu.com Nikos Tzabouras mengatakan emas masih menghadapi risiko penurunan lebih lanjut di tengah ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama di AS. Menurut dia, emas berpotensi masuk lebih dalam ke wilayah bearish dan bahkan turun di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons troi apabila tekanan dari kebijakan moneter AS terus berlanjut.

“Ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama menjadi sentimen negatif bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, sekaligus mendukung penguatan dolar AS,” ujar Tzabouras.

Sentimen pasar semakin tertekan setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75% pada pertemuan pekan ini. Meski tidak menaikkan suku bunga, proyeksi terbaru menunjukkan sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS masih memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 70% bagi kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang.

Target Goldman Sachs

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 16 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 25 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 38 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 49 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 1 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 1 jam yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia