Sabtu, 4 April 2026

UBS & Goldman Sachs Pangkas Rating Saham RI Gara-gara MSCI

Penulis : Indah Handayani
29 Jan 2026 | 10:04 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Peringatan dari MSCI terkait aspek investability pasar modal Indonesia mulai memicu efek domino. Dua bank investasi global, UBS dan Goldman Sachs, kompak menurunkan rekomendasi saham Indonesia, seiring meningkatnya risiko penurunan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, UBS menurunkan rekomendasi saham Indonesia dari overweight menjadi neutral. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran MSCI terhadap kualitas investability, termasuk isu free float, likuiditas, serta kepastian regulasi. UBS menilai tekanan di pasar saham domestik berpotensi berlanjut hingga terdapat kejelasan hasil reassessment MSCI.

Selain faktor klasifikasi pasar, UBS juga menyoroti meningkatnya risiko kebijakan, terutama setelah pemerintah mencabut izin usaha sejumlah perusahaan. Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk persepsi investor global terhadap stabilitas regulasi di Indonesia. Meski kepemilikan investor asing masih berada di level overweight, UBS menilai ruang manuver pasar menjadi semakin terbatas.

Advertisement

Tekanan serupa disampaikan Goldman Sachs. Bank investasi asal AS itu menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight dan memperingatkan potensi arus keluar dana signifikan apabila risiko downgrade MSCI benar-benar terjadi.

Dalam skenario ekstrem, jika Indonesia diklasifikasikan ulang menjadi Frontier Market, Goldman Sachs memperkirakan dana pasif berbasis indeks MSCI berpotensi keluar hingga US$7,8 miliar. Tekanan tersebut bisa bertambah sekitar US$5,6 miliar jika FTSE Russell turut merevisi metodologi free float, sehingga total potensi outflow dapat menembus US$13 miliar.

Potensi Penjualan Masif

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 32 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 45 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 46 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia