Minggu, 21 Juni 2026

Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Minyak ke US$ 85 per Barel, Apa Artinya Bagi Indonesia?

Penulis : Prisma Ardianto
23 Mar 2026 | 19:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Selat Hormuz. (Sumber: Pulang/Istimewa)
Ilustrasi Selat Hormuz. (Sumber: Pulang/Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Raksasa perbankan investasi global, Goldman Sachs, resmi merevisi naik proyeksi harga rata-rata minyak mentah dunia untuk tahun 2026. Harga minyak mentah jenis Brent kini diperkirakan menyentuh angka US$ 85 per barel, melonjak signifikan dari estimasi sebelumnya sebesar US$ 77 per barel.

Begitu juga dengan Brent, proyeksi harga West Texas Intermediate (WTI) dikerek naik menjadi US$ 79 dari perkiraan awal US$ 72 per barel. Goldman Sachs menilai, gangguan berkepanjangan pada jalur distribusi di Selat Hormuz serta aksi penimbunan cadangan strategis oleh sejumlah negara akan membuat pasar minyak dunia semakin ketat dan berisiko.

Bahkan, ketidakpastian global diprediksi memicu lonjakan jangka pendek. Brent diperkirakan rata-rata mencapai US$ 110 per barel pada periode Maret hingga April 2026, naik dari perkiraan sebelumnya di angka US$ 98. Hal ini terjadi karena pelaku pasar mulai memasukkan premi risiko yang lebih besar ke dalam harga jual.

ADVERTISEMENT

“Harga saat ketidakpastian mencapai puncaknya mungkin mencapai US$ 135 per barel jika pasar membutuhkan premi risiko untuk menghasilkan pengurangan permintaan sebagai tindakan pencegahan yang mengimbangi pengurangan pasokan selama enam bulan dalam skenario risiko 10 minggu aliran yang sangat rendah dan (2 juta barel per hari) kerugian produksi yang berkelanjutan,” tulis Goldman Sachs dalam catatan resminya, seperti dikutip dari Reuters pada Senin (23/3/2026).

Laporan tersebut menguraikan dua faktor risiko utama: gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz yang bisa membawa Brent melewati rekor puncaknya pada 2008, serta potensi hilangnya pasokan produksi Timur Tengah sebesar 2 juta barel per hari secara berkelanjutan.

Di sisi lain, tensi geopolitik kian memanas setelah Iran mengancam akan menyerang sistem energi dan air negara-negara tetangga di Teluk. Ancaman ini merupakan respons terhadap peringatan Presiden AS Donald Trump yang berencana menyerang jaringan listrik Iran.

Meskipun demikian, Goldman mencatat bahwa potensi berakhirnya aksi militer AS di kawasan tersebut dapat dengan cepat mengikis premi risiko yang ada.

Memasuki tahun 2027, Goldman memperkirakan harga minyak akan mulai stabil di kisaran US$ 80 untuk Brent dan US$ 75 untuk WTI. Stabilisasi ini dipicu oleh respons pasar terhadap penawaran dan permintaan yang mulai mengimbangi efek pengetatan dari pembangunan kembali cadangan minyak strategis global.

Apa Artinya Bagi Indonesia?

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia