Laba BBCA 2026 Ditaksir Rp62 Triliun, Saham Harusnya Segini
JAKARTA, Investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diprediksi mencetak pertumbuhan laba bersih 8% menjadi Rp61,9 triliun pada 2026, seiring potensi pemulihan pertumbuhan kredit secara bertahap. Ini akan mendorong saham BBCA ke harga wajar yang dipatok tinggi.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, BBCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp57.53 triliun pada 2025, tumbuh 4,9% tahun 2025. Ini sejalan dengan ekspektasi Phintraco dan mencerminkan ketahanan kinerja di tengah moderasi pertumbuhan kredit dan dinamika likuiditas industri.
Baca Juga:
Duit Asing Terus Mengalir di Saham GOTO“Dari sisi intermediasi, loan growth BBCA tercatat sebesar 7,7% tahun 2025. Perseroan fokus ke kualitas portofolio di tengah ketidakpastian makro dan kompetisi pendanaan yang masih ketat. Pendekatan ini mendukung stabilitas margin dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko,” tulis Phintraco, dikutip Jumat (30/1/2026).
Ke depan, dengan basis dana murah yang kuat, ekosistem nasabah yang solid, serta disiplin risiko yang konsisten, BBCA berada pada posisi yang baik untuk menghadapi normalisasi suku bunga dan potensi pemulihan pertumbuhan kredit secara bertahap.
Prospek 2026 dan Harga Wajar
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






