Merdeka Battery (MBMA) Bidik Sejumlah Target Pertumbuhan di 2026
JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memiliki sejumlah target pertumbuhan yang akan dicapai pada tahun 2026.
Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Merdeka Battery Materials (MBMA) akan melanjutkan pertumbuhan pada 2026, didukung oleh peningkatan pengiriman bijih, percepatan hilirisasi, serta integrasi vertikal yang lebih kuat.
Sejumlah target pertumbuhan MBMA di 2026 , di antaranya, target pengiriman bijih saprolit berada pada kisaran 8-10 juta wet metric tonnes (wmt), dengan penjualan bijih limonit sebesar 20-25 juta wmt (tergantung persetujuan RKAB).
Baca Juga:
Saham MBMA Melonjak Gara-gara IniSelanjutnya, target produksi Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 70.000-80.000 ton. Produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) ditargetkan sebesar 44.000-48.000 ton, dan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dari PT ESG New Energy Material (PT ESG) ditargetkan berada pada kisaran 27.000-30.000 ton.
Dari sisi keuangan, MBMA mencatat pendapatan tidak diaudit sepanjang 2025 sebesar US$ 1,4 miliar di tengah pelemahan harga nikel, yang didukung oleh volume produksi yang lebih tinggi, peningkatan produktivitas, serta peningkatan integrasi hilir.
Pada kegiatan penambangan, tambang nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencatat pertumbuhan yang kuat dengan produksi 7 juta wet metric tonnes (wmt) saprolit (42% YoY) dan 14,7 juta wmt limonit (45% YoY) sepanjang tahun buku 2025.
Adapun kinerja tersebut didorong oleh peningkatan produktivitas penambangan, perluasan kapasitas armada, serta optimalisasi logistik.
Meskipun terjadi peningkatan royalti dan biaya bahan bakar terkait kebijakan B40, biaya tetap terkendali dengan baik berkat produktivitas yang lebih kuat dan volume produksi yang lebih tinggi. Operasi limonit terus menghasilkan margin yang stabil, mencerminkan efisiensi operasional dan manfaat skala.
Nickel Pig Iron (NPI) mencapai 73.871 ton nikel sepanjang tahun buku 2025, sesuai dengan panduan, meskipun terdapat pemeliharaan tungku yang telah direncanakan. Margin meningkat secara tahunan, didukung oleh biaya yang lebih rendah dan peningkatan pasokan bijih internal.
MBMA melanjutkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) pada Oktober 2025 setelah memperoleh perjanjian offtake yang ekonomis, dengan total produksi 19.998 ton sepanjang 2025. Meskipun volume produksi lebih rendah secara tahunan, peningkatan efisiensi biaya menghasilkan pemulihan margin yang signifikan pada 2025.
Perseroan juga terus memajukan strategi integrasi hilirnya, dengan PT ESG New Energy Material (PT ESG) memproduksi 7.177 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada kuartal IV 2025, didukung oleh dimulainya operasi Feed Preparation Plant serta pipa slurry dari tambang SCM.
Baca Juga:
Saham MBMA Ngebut Gara-Gara IniPT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC), proyek HPAL MBMA dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun (tpa) MHP, telah mencapai 83% penyelesaian, dengan commissioning jalur pertama ditargetkan pada paruh kedua tahun 2026.
Di pabrik AIM, yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), operasi berjalan stabil dengan proses commissioning berkelanjutan untuk fasilitas klorida dan pabrik katoda tembaga, termasuk keberhasilan produksi 321 ton pelat katoda berkualitas LME.
Adapun perkembangan tersebut semakin memperkuat posisi MBMA sebagai pemasok terintegrasi penuh dalam rantai pasok material baterai global.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






