Merdeka Copper (MDKA) Bidik Produksi 205.000 Ounce Emas di 2026
JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan prospek dan target pertumbuhan produksi emas pada 2026.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold (MDKA) Albert Saputro mengatakan pelaksanaan yang disiplin sepanjang 2025 memberikan visibilitas yang kuat terhadap pertumbuhan produksi pada 2026.
MDKA menargetkan total produksi emas sebesar 180.000-205.000 ounces (menunggu persetujuan RKAB), yang didorong oleh kontribusi Tambang Emas Pani serta produksi berkelanjutan dari Tujuh Bukit.
Baca Juga:
Saham MDKA Bisa Tembus Level IniSelain itu, operasi nikel di bawah MBMA menargetkan produksi 8-10 juta wmt saprolit dan 20-25 juta wmt limonit (menunggu persetujuan RKAB), guna mendukung peningkatan skala, arus kas, dan ketahanan laba.
“Dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan di Tambang Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel kami, Merdeka berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026).
Adapun MDKA membukukan pendapatan tidak diaudit sebesar US$ 1,89 miliar, tercermin dari kontribusi emas dan operasi yang terdiversifikasi, mengimbangi pelemahan pendapatan nikel dan tembaga di tengah lingkungan komoditas yang menantang.
Baca Juga:
ANTM, INCO, MDKA: Adu Rekomendasi SahamSedangkan, Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) mencatat produksi 103.156 ounces emas sepanjang tahun buku 2025, didukung oleh kinerja penambangan yang konsisten, optimalisasi armada, dan disiplin operasional.
Penjualan emas mencapai 104.168 ounces dengan harga jual rata-rata US$ 3.138 per ons (32% YoY), yang mendorong peningkatan margin dan arus kas.
Tambang Emas Pani yang dioperasikan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), berhasil mencapai proses commissioning selama kuartal-IV 2025, termasuk dimulainya kegiatan penambangan, penghancuran bijih, serta penumpukan bijih hasil penghancuran di area heap leach pad.
Proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR) juga berjalan sesuai rencana, sehingga memposisikan Pani untuk tahap irigasi dan produksi emas perdana pada kuartal-I 2026.
Baca Juga:
Harga Saham MDKA Bisa Tembus SeginiTambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencatatkan pertumbuhan produksi yang kuat, dengan produksi 7 juta wet metric tonnes (wmt) saprolit (42% YoY) dan 14,7 juta wmt limonit (45% YoY) sepanjang 2025.
Albert mengatakan, fasilitas pengolahan hilir, termasuk proyek NPI, AIM, dan HPAL, terus berkembang sesuai rencana, memperkuat posisi terintegrasi Merdeka dalam rantai nilai bahan baku baterai serta mendukung peran Indonesia dalam transisi energi global.
Sementara itu, Tambang Tembaga Wetar mencatatkan produksi 2.990 ton tembaga pada kuartal-IV 2025 dan 10.454 ton sepanjang 2025, dengan studi yang masih berlangsung untuk mengevaluasi berbagai opsi perpanjangan umur tambang serta peningkatan tingkat perolehan tembaga jangka panjang.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit, salah satu proyek tembaga-emas terbesar di dunia yang belum dikembangkan, mencatatkan kemajuan studi kelayakan sepanjang 2025, dengan perkembangan pada perencanaan tambang terintegrasi, program metalurgi, serta optimalisasi proses pengolahan untuk mendukung jalur pengembangan jangka panjang yang terintegrasi.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






