Minggu, 21 Juni 2026

PIPA Klarifikasi Usai Terseret Kasus Goreng Saham, Pastikan Tak Berdampak ke Kinerja

Penulis : Monique Handa Shafira
6 Feb 2026 | 09:21 WIB
BAGIKAN
Multi Makmur Lemindo (PIPA). Ist
Multi Makmur Lemindo (PIPA). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memberikan klarifikasi atas dugaan kasus tindak pidana pasar modal, buntut Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait pemberitaan kasus initial public offering (IPO) perseroan.

Direktur Utama PIPA, Firrisky Ardi Nurtomo menegaskan, perseroan tidak memiliki informasi atau pengetahuan sebelumnya mengenai kasus yang diberitakan. 

Menurutnya, manajemen PIPA saat ini baru menjabat pada 26 Januari 2026 berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

ADVERTISEMENT

“Informasi tersebut baru diketahui perseroan melalui pemberitaan media massa, sebagaimana diketahui oleh publik secara umum,” kata Firrisky dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis, (5/2/2026).

Firrisky menjelaskan, pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, yakni Junaedi, tidak lagi menjabat sebagai anggota Direksi dan bukan merupakan pemegang saham pengendali PIPA saat ini. Hingga tanggal penyampaian klarifikasi, tidak terdapat anggota Direksi maupun Dewan Komisaris perseroan yang terlibat dalam kasus sebagaimana diberitakan.

Terkait potensi permasalahan hukum, manajemen menyampaikan perseroan masih mempelajari secara cermat perkembangan serta implikasi hukum dari pemberitaan tersebut.

Apabila diperlukan, perseroan akan menunjuk penasihat hukum independen guna memastikan perlindungan kepentingan dan pemegang saham sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait dampak masalah tersebut, Firrisky menyatakan hingga saat ini tidak terdapat dampak material terhadap kinerja keuangan. Kegiatan operasional, termasuk proses produksi dan penjualan, juga dipastikan tetap berjalan normal.

“Potensi gugatan hukum masih dalam tahap kajian oleh tim legal. Hingga saat ini, belum terdapat tuntutan hukum yang diajukan terhadap perseroan sehubungan dengan pemberitaan tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus Bareskrim Polri) menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas di Equity Tower SCBD, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2026) sore. Langkah ini merupakan pengembangan penyidikan kasus dugaan manipulasi pasar modal yang telah berkekuatan hukum tetap.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, perkara bermula dari kasus pasar modal yang telah diputus pengadilan dan menjerat dua terpidana, yakni MBP, mantan kepala unit evaluasi dan pemantauan perusahaan tercatat 2 divisi PP1 Bursa Efek Indonesia, serta J, direktur PT Magna Investama Mandiri Tbk (MML).

“Dalam putusan hakim, terpidana J terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perdagangan efek dengan membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material untuk mempengaruhi pihak lain, khususnya investor ritel, agar membeli efek,” kata Ade Safri.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia