Saham Migas Diam-diam Bisa Loncat 42%, Laba Ditaksir US$370 Juta
JAKARTA, Investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diprediksi mencetak kinerja kuat sepanjang 2026, didorong peningkatan produksi dan harga jual migas. Ini melandasi analis menetapkan target laba dan harga saham tinggi MEDC, yang sampai sekarang tetap tenang di tengah guncangan pasar modal.
Berdasarkan riset BCA Sekuritas, MEDC menikmati kebangkitan kinerja operasional pada kuartal IV-2025, di mana produksi naik 18% menjadi 176 mboepd. Ini didorong oleh produksi gas sebanyak 129 mboepd, naik 17,8%, seiring kontribusi dari blok Corridor.
“Total produksi migas MEDC naik 2,7% menjadi 156 mboepd tahun 2025, sejalan dengan panduan manajemen,” tulis BCA Sekuritas, dikutip Kamis (12/2/2026).
Tahun 2026, demikian BCA Sekuritas, produksi MEDC diprediksi naik 6,4% menjadi 166 mboped, didorong peningkatan Senoro, Terubuk, dan Blok Oman. Kabar baik lainnya, harga minyak diprediksi naik menjadi US$ 65per barel dari US$ 60 per barel.
Baca Juga:
Saham MBMA Diguyur Duit AsingLaba dan Target Harga Tinggi
Seiring dengan itu, BCA Sekuritas menaikkan proyeksi pendapatan MEDC tahun 2026 sebesar 9,5% menjadi US$ 2,7 miliar, mencerminkan pandangan positif terhadap produksi migas perseroan, konflik geopolutik, dan kemungkinan harga tinggi minyak.
Selain itu, MEDC akan diuntungkan kenaikan harga tembaga menjadi US$ 13 ribu per ton, yang bakal menopang kinerja perusahaan asosiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Alhasil, laba bersih MEDC tahun ini diprediksi melonjak 129% menjadi US$370 juta.
Baca Juga:
Saham BUMI Digempur Asing Habis-habisanBCA Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham MEDC dengan target harga Rp2.200, naik dari sebelumnya Rp1.700, merefleksikan EV/EBITDA 4,4 kali, +1 standar deviasi rata-rata lima tahun. Saham MEDC menawarkan potensi cuan 42%.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






