Minggu, 5 April 2026

Prospek IHSG di Tahun Kuda Api

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
17 Feb 2026 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza

Secara teknikal, IHSG masih berkonsolidasi karena belum menembus resistance 8.300, dengan support di 8.120. “Selama resistance belum terlewati, pergerakan cenderung sideways dengan volatilitas terbatas,” jelas Hari.

Menghadapi dinamika pasar, IPOT yang kini bertransformasi menjadi Wealth Creation Platform merekomendasikan strategi trading pada saham berfundamental kuat, memanfaatkan fitur Booster Modal, Power Fund Series (PFS), Multi-Account, dan Shared Access.

Hari menilai sektor komoditas, terutama batu bara, nikel, dan emas, tetap menarik karena permintaan global dan harga yang relatif stabil. Strategi akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko menjadi kunci optimalisasi portofolio.

Hari merekomendasikan investor beberapa saham, pertama saham BBTN dengan harga beli di level 1.365 dengan potensi kenaikan mencapai 1.555, stop kerugian pada level 1.280. Lalu saham LPPF dengan harga beli 1.895, TP 1.945, SL 1.855. Kemudian, koleksi saham HRUM jika harga berada di level 1.140, TP 1.285, SL 1.090.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir, IHSG menguat 3,49%—menjadi sinyal awal pemulihan pasca isu dari MSCI Inc. Meski demikian, sentimen eksternal masih membayangi, termasuk penurunan outlook oleh Moody's Investors Service terhadap empat bank besar nasional.

Sementara itu, FTSE Russell menunda penyesuaian komposisi indeks untuk Indonesia hingga Mei 2026, menunggu progres reformasi pasar modal. Penundaan ini dikonfirmasi tidak berkaitan dengan klasifikasi negara seperti pada MSCI.

Hari mencatat IHSG tetap menguat ditopang saham konglomerasi seperti BUMI, RATU, dan BUVA. Namun asing mencatat outflow besar pada saham Bank Central Asia Tbk senilai Rp 3,8 triliun, membuat sahamnya terkoreksi 6,19% dalam sepekan. IHSG sendiri mencatat outflow Rp 6,1 triliun.

Untuk sentimen global, Hari mencermati pergerakan S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite minggu ini diperkirakan dipengaruhi rilis data ekonomi, laporan kinerja emiten, dan estimasi GDP AS. “Ketakutan investor terhadap potensi dampak negatif AI dapat membuat volatilitas tetap tinggi, meski bias pergerakan cenderung konstruktif,” ujar Hari.

Sedangkan dari dalam negeri, sentimen utama pekan ini adalah pengumuman suku bunga BI pada 19 Februari, data inflasi Februari, neraca perdagangan, serta laporan keuangan kuartal IV-2025 yang akan memberi arah lanjutan IHSG.

Reformasi pasar modal Indonesia terus menunjukkan progres positif, mencakup transparansi dan tata kelola yang lebih baik. Hal ini menjadi fondasi penting memasuki Tahun Kuda Api yang penuh peluang, namun tetap menuntut disiplin dan strategi yang terukur.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia