Prospek IHSG di Tahun Kuda Api
Secara teknikal, IHSG masih berkonsolidasi karena belum menembus resistance 8.300, dengan support di 8.120. “Selama resistance belum terlewati, pergerakan cenderung sideways dengan volatilitas terbatas,” jelas Hari.
Menghadapi dinamika pasar, IPOT yang kini bertransformasi menjadi Wealth Creation Platform merekomendasikan strategi trading pada saham berfundamental kuat, memanfaatkan fitur Booster Modal, Power Fund Series (PFS), Multi-Account, dan Shared Access.
Hari menilai sektor komoditas, terutama batu bara, nikel, dan emas, tetap menarik karena permintaan global dan harga yang relatif stabil. Strategi akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko menjadi kunci optimalisasi portofolio.
Hari merekomendasikan investor beberapa saham, pertama saham BBTN dengan harga beli di level 1.365 dengan potensi kenaikan mencapai 1.555, stop kerugian pada level 1.280. Lalu saham LPPF dengan harga beli 1.895, TP 1.945, SL 1.855. Kemudian, koleksi saham HRUM jika harga berada di level 1.140, TP 1.285, SL 1.090.
Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir, IHSG menguat 3,49%—menjadi sinyal awal pemulihan pasca isu dari MSCI Inc. Meski demikian, sentimen eksternal masih membayangi, termasuk penurunan outlook oleh Moody's Investors Service terhadap empat bank besar nasional.
Sementara itu, FTSE Russell menunda penyesuaian komposisi indeks untuk Indonesia hingga Mei 2026, menunggu progres reformasi pasar modal. Penundaan ini dikonfirmasi tidak berkaitan dengan klasifikasi negara seperti pada MSCI.
Hari mencatat IHSG tetap menguat ditopang saham konglomerasi seperti BUMI, RATU, dan BUVA. Namun asing mencatat outflow besar pada saham Bank Central Asia Tbk senilai Rp 3,8 triliun, membuat sahamnya terkoreksi 6,19% dalam sepekan. IHSG sendiri mencatat outflow Rp 6,1 triliun.
Untuk sentimen global, Hari mencermati pergerakan S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite minggu ini diperkirakan dipengaruhi rilis data ekonomi, laporan kinerja emiten, dan estimasi GDP AS. “Ketakutan investor terhadap potensi dampak negatif AI dapat membuat volatilitas tetap tinggi, meski bias pergerakan cenderung konstruktif,” ujar Hari.
Sedangkan dari dalam negeri, sentimen utama pekan ini adalah pengumuman suku bunga BI pada 19 Februari, data inflasi Februari, neraca perdagangan, serta laporan keuangan kuartal IV-2025 yang akan memberi arah lanjutan IHSG.
Reformasi pasar modal Indonesia terus menunjukkan progres positif, mencakup transparansi dan tata kelola yang lebih baik. Hal ini menjadi fondasi penting memasuki Tahun Kuda Api yang penuh peluang, namun tetap menuntut disiplin dan strategi yang terukur.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






