Minggu, 21 Juni 2026

RMK Energy (RMKE) Cetak Rekor Awal Tahun

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
17 Feb 2026 | 17:29 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Foto udara kapal tongkang bermuatan batu bara menyusuri Sungai Batanghari di kawasan Tanggo Rajo, Gentala Arasy, Jambi. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Foto ilustrasi. Foto udara kapal tongkang bermuatan batu bara menyusuri Sungai Batanghari di kawasan Tanggo Rajo, Gentala Arasy, Jambi. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

JAKARTA, investor.id – PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan performa operasional gemilang pada pembukaan tahun 2026, mematahkan pola musiman industri pertambangan yang biasanya lesu di awal tahun. Perseroan melaporkan lonjakan drastis pada volume pengangkutan (hauling) hingga 9,26 kali lipat dan pertumbuhan penjualan batu bara sebanyak empat kali lipat.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, volume pengangkutan batu bara melalui jalur hauling mencapai 167,5 ribu ton pada Januari 2026, melonjak tajam dibandingkan 16,3 ribu ton pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini secara langsung mendongkrak total batu bara yang dimuat ke kapal tongkang menjadi 703 ribu ton, jauh melampaui rata-rata historis low season sebesar 450 ribu ton.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menjelaskan bahwa performa ini didukung oleh kontribusi tiga klien baru, yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan PT Menambang Muara Enim (MME).

“Berdasarkan data lima tahun terakhir, bulan Januari biasanya hanya mencatatkan rata-rata sekitar 450 ribu ton muatan tongkang. Namun tahun ini kami mampu mencapai 703 ribu ton. Volume jasa baru via hauling road menjadi penopang utama kinerja operasional perseroan saat ini,” ujar Vincent dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

ADVERTISEMENT

Di segmen perdagangan (trading), volume penjualan batu bara RMKE menguat empat kali lipat menjadi 513,6 ribu ton. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari strategi bisnis terintegrasi, di mana RMKE membangun akses logistik kereta api menuju tambang potensial dengan opsi pembelian batu bara dari pelanggan baru.

Model tersebut memungkinkan perseroan meningkatkan volume trading saat harga pasar menguat dengan memanfaatkan infrastruktur mandiri.

Tren positif ini merupakan kelanjutan dari performa impresif pada akhir tahun 2025. Pada kuartal IV-2025, berdasarkan laporan in-house, RMKE membukukan pendapatan sekitar Rp 1,1 triliun dengan laba bersih Rp 105 miliar. Angka laba bersih tersebut setara dengan akumulasi pencapaian sepanjang tiga kuartal sebelumnya pada tahun yang sama.

Meski optimis menatap target 2026, manajemen tetap mewaspadai tantangan cuaca, terutama kenaikan muka air Sungai Musi yang berpotensi memengaruhi distribusi kapal tongkang.

“Kami semakin optimis untuk mencapai target tahun ini. Tetapi potensi gangguan cuaca tetap harus menjadi perhatian,” tutup Vincent.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 7 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia