Harga Emas Loncat 1%, Pasar Pantau Negosiasi AS–Iran dan Arah The Fed
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia loncat 1% pada Rabu (18/2/2026) siang, setelah sempat anjlok lebih dari 2% sehari sebelumnya. Meredanya ketegangan geopolitik dan penguatan dolar AS mengurangi minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven, sementara pelaku pasar menunggu petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga The Fed.
Harga emas hari ini terlihat loncat 1% ke US$ 4.924,56 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,87% ke level US$ 4.948,8 per ons troi.
Dikutip dari Investing, pergerakan harga relatif terbatas karena volume perdagangan di kawasan Asia masih tipis. Sejumlah pasar utama regional ditutup akibat libur Tahun Baru Imlek, sehingga likuiditas pasar berkurang dan membatasi fluktuasi harga.
Sebelumnya, harga emas jatuh tajam lebih dari 2% pada Selasa (17/2/2026), dipicu membaiknya sentimen risiko global setelah muncul tanda kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Kedua negara dilaporkan telah mencapai kesepahaman mengenai prinsip utama dalam pembicaraan diplomatik, sehingga meningkatkan harapan tercapainya terobosan. Perkembangan ini mengurangi permintaan terhadap emas yang selama ini menjadi aset lindung nilai saat ketidakpastian geopolitik meningkat.
Selain itu, penguatan dolar AS turut menekan harga emas. Indeks dolar AS tercatat naik 0,1% pada perdagangan Asia, setelah sebelumnya menguat 0,3%. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan global.
Sinyal Suku Bunga The Fed
Pelaku pasar kini bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan moneter terbaru The Fed, yang diperkirakan memberikan petunjuk mengenai waktu dan besaran potensi penurunan suku bunga.
Selain itu, investor juga menantikan data inflasi utama AS, yakni indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), yang akan dirilis akhir pekan ini. Indikator ini merupakan acuan inflasi pilihan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Secara umum, suku bunga yang tinggi cenderung menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






