Sabtu, 4 April 2026

RMKE Meledak, Target Harga Ternyata Masih Jauh Sekali

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Feb 2026 | 13:23 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT RMK Energy Tbk (RMKE). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha PT RMK Energy Tbk (RMKE). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) akhirnya meledak. Meski demikian, target harga saham RMKE ternyata masih jauh sekali.

Hingga berita ini ditayangkan, RMKE melejit 21,2% ke level Rp 5.300. Dengan begitu, selama sepekan perdagangan terakhir, RMKE telah melonjak 19,6%. Namun, dalam sebulan, RMKE anjlok 32,7% dan year to date (ytd) terpangkas 10,5%.

Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset berjudul ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’ memasukkan RMKE ke dalam daftar saham pilihan teratas.

Advertisement

“Prospek RMKE didukung oleh kontrak jangka panjang dan visibilitas arus kas yang tinggi. Di sisi lain, larangan hauling jalan umum pada 2026 akan mengalihkan volume ke RMKE,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam ulasannya, yang dikutip pada Rabu (18/2/2026).

RMK Energy (RMKE) merupakan perusahaan logistik batu bara terintegrasi dan terbesar di Sumatra Selatan. Perseroan diperkirakan mencetak laba dengan kenaikan yang tajam pada 2026.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas dan Abdul Azis Setyo W mengungkapkan, laba RMKE pada 2026 bakal terakselerasi. Laba diperkirakan naik tajam, didorong oleh peningkatan volume logistik, leverage operasional, dan kontribusi kontrak baru.

Laba bersih RMKE ditaksir mencapai Rp 665 miliar pada tahun ini atau melejit 190% yoy, dengan laba per saham Rp 150. Pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 3,64 triliun, melesat 102% yoy.

“Kinerja RMKE bakal ditopang oleh terealisasinya leverage operasional, dengan peningkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) menjadi Rp 1,03 triliun,” tulis Sukarno dalam risetnya.

Pertumbuhan RMKE terutama akan didorong oleh kenaikan volume logistik sebesar 45% yoy. Hal itu seiring dengan peningkatan kontribusi kontrak baru dari PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU), dua pemegang IUP di Muara Enim, serta kontribusi awal volume dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

“Ini makin meningkatkan kepastian pendapatan, mengingat sebagian besar pendapatan RMKE berbasis kontrak,” jelas Sukarno.

Target Harga RMKE Tinggi 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 10 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 17 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 21 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 25 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 51 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 54 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia