INET, Saham Kuda Api: Cuan Besar Menanti
JAKARTA, investor.id – Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menjadi salah satu saham pilihan teratas di Tahun Kuda Api atau tahun 2026. Saham INET masih menyimpan potensi cuan besar.
Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset berjudul ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’ telah memasukkan saham INET ke dalam daftar.
Hingga berita ini ditayangkan, saham INET melonjak 10,9% ke level Rp 426. Dengan demikian, selama sepekan perdagangan terakhir, INET naik tajam 11,5%. Namun, dalam sebulan, INET terpangkas 18% dan year to date (ytd) anjlok 8,5%.
Menurut tim riset Kiwoom Sekuritas, prospek INET didukung oleh pengembangan usaha secara signifikan, antara lain kabel laut Jakarta-Batam-Singapura 20 Tbps dan FTTH Bali-Lombok 2 juta home passes.
“INET melalui anak usahanya juga menggencarkan ekspansi di bidang infrastruktur digital,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Rabu (18/2/2026).
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan buy saham INET. Target harga saham INET dipatok tinggi sebesar Rp 630.
Jika mengacu harga saat ini yang sebesar Rp 426, potensi cuan saham INET masih tergolong besar mencapai 47,8%.
Baru-baru ini, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah mendirikan entitas baru bernama PT Sinergi Inti Data Indonesia (SIDI) yang menjalankan usaha utamanya sebagai data center.
“Fakta material ini merupakan salah satu langkah strategis perseroan untuk ekspansi usahanya. Dengan pendirian anak usaha perseroan, yaitu PT SIDI yang akan berfokus untuk menjalankan usaha terutama data center,” ungkap Direktur Utama INET, Muhammad Arif dalam keterangannya.
INET tengah agresif ekspansi dengan dana besar, yang dapat mendongkrak pendapatan dan laba secara signifikan. INET memperluas bisnisnya ke segmen FTTH (fiber to the home) untuk konsumen (business to consumer/B2C), jasa pembangunan jaringan FTTH (FTTH contracting), serta IRU kabel laut atau hak penggunaan kapasitas kabel bawah laut.
INET menargetkan pembangunan 2 juta homepass di Bali-Lombok dan 800 ribu homepass di Kalimantan Barat, dengan target take-up rate sebesar 60-70%. Untuk mendukung ekspansi, INET melakukan rights issue sebesar Rp 3,2 triliun dan penerbitan obligasi Rp 1 triliun.
Baca Juga:
BMRI Unjuk Gigi, Target Harga TinggiINET juga aktif melakukan pertumbuhan anorganik melalui akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).
THC memiliki infrastruktur jaringan backbone di Kalimantan Barat, yang mendukung ekspansi FTTH INET di wilayah tersebut.
Sementara itu, PADA bergerak di bidang jasa alih daya (outsourcing), yang menyediakan tenaga kerja untuk pembangunan jaringan FTTH dan fixed wireless access (FWA) atau akses internet nirkabel tetap milik WIFI.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





