Sabtu, 4 April 2026

Pakar Ungkap Penyebab Reli Harga Emas Terhenti 

Penulis : Natasha Khairunisa
18 Feb 2026 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)
Ilustrasi emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)

JAKARTA, investor.id - Para analis aenior di bank ternama asal Amerika Serikat, J.P Morgan mengungkapkan dua tren berisiko yang dapat memberhentikan reli harga emas.

Direktur Eksekutif J.P Morgan Private Bank, Kriti Gupta dan Ahli Strategi Investasi Global JP Morgan, Justin Biemann menyebut bahwa reli harga emas dapat terhenti jika bank-bank sentral global menghentikan lonjakan pembelian.

“Penggerak terbesar harga emas adalah bank sentral,” ungkap Gupta dan Biemann dalam sebuah catatan, dikutip dari Kitco News, Rabu (18/2/2026).

Gupta dan Biemann menyoroti pembelian bersih emas telah berlipat ganda sejak konflik antara Rusia dan Ukraina pecah pada tahun 2022. Sejak saat itu, bank-bank sentral global telah memicu permintaan emas dalam upaya untuk mendiversifikasi cadangan dari dolar AS setelah AS membekukan aset Rusia.

Saat ini, Amerika Serikat, Jerman, Italia, Prancis, dan Rusia menjadi salah satu pemegang emas terbesar selain IMF.

“Bagaimana jika permintaan struktural dari bank sentral global itu melemah? Atau lebih buruk lagi, bagaimana jika mereka ingin menjual komoditas itu secara langsung?," ujar Gupta dan Biemann.

Mereka memaparkan, tren lonjakan pembelian emas pernah terhenti pada tahun 1999 hingga 2002, saat Inggris melakukan serangkaian lelang publik untuk menjual lebih dari 50% kepemilikan emasnya dan mendiversifikasi cadangannya ke mata uang asing.

Pada waktu yang sama, Swiss saat itu juga memilih untuk memisahkan franc Swiss dari emas. 

“Secara teori, itu berarti penjualan masih mungkin terjadi. Begitu pula dengan permintaan yang mencapai titik jenuh. Namun, hal itu tidak akan terjadi. Setidaknya, tidak dalam waktu dekat," kata mereka.

Risiko Lainnya pada Reli Harga Emas

Gupta dan Biemann melanjutkan, risiko kedua terhadap kenaikan harga emas adalah kemungkinan investor ritel berpaling dari logam mulia tersebut.

“Jangan lupakan investor ritel. Mereka juga telah berbondong-bondong membeli emas," kata Gupta dan Biemann. 

Mereka menyebut, para pembeli emas dari ritel sering membangun posisi logam mulia sebagai lindung nilai terhadap meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian makro. Namun, meskipun pola ini jelas berkontribusi pada apresiasi harga emas, masih ada sisi lain.

“Investor baru dapat melepaskan emas secepat mereka membelinya jika risiko mereda atau muncul lindung nilai lain. Volatilitas di akhir Januari menggambarkan gambaran yang jelas. Harga emas melonjak 20% dalam seminggu sebelum anjlok dengan margin yang sama dalam dua hari. Beberapa investor akan menunjuk episode ini sebagai contoh investor jangka pendek yang mendorong harga," jelas Gupta dan Biemann.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 6 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 13 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 17 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 21 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 47 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 50 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia