Saham Ini Senasib dengan BUMI
JAKARTA, investor.id – Selain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga terus-menerus menjadi sasaran utama aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam perdagangan sepekan terakhir atau selama 18-20 Februari 2026.
Nilai transaksi jual bersih (net sell) asing pada saham BBCA sebesar Rp 725,3 miliar. Sedangkan net sell di saham BUMI mencapai Rp 756,9 miliar atau terbesar dibandingkan saham lainnya.
Baca Juga:
Saham BUMI Bakal Kebanjiran?Penjualan saham BUMI dan BBCA secara masif terjadi di pasar reguler BEI, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (22/2/2026).
Setelah BUMI dan BBCA, yaitu saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Net sell asing pada saham INKP senilai Rp 203 miliar.
Secara umum, selama sepekan terakhir, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,07 triliun di seluruh pasar BEI. Kondisi tersebut berbeda dengan pekan sebelumnya yang membukukan net sell senilai Rp 5,47 triliun.
Khusus perdagangan Jumat (20/2/2026), investor asing kembali mencetak net buy di seluruh pasar BEI sebesar Rp 240,5 miliar. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 14,4 triliun – berdasarkan data BEI.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
KB Valbury Sekuritas dalam risetnya tetap melihat peluang re-rating atau peningkatan valuasi pada saham BCA (BBCA), meski kepercayaan pasar dalam jangka pendek diperkirakan masih lemah dan dapat berlangsung cukup lama.
Peluang re-rating itu bakal didukung oleh penurunan biaya dana, imbal hasil kredit yang relatif stabil, rasio efisiensi (CIR) yang tetap solid, pertumbuhan pendapatan non-bunga (non-II), serta cadangan kerugian kredit yang masih terkendali. Ini diperkirakan mampu menopang laba BBCA tahun 2026.
Baca Juga:
Ada yang Nafsu Serok Saham BBRISelain itu, tekanan jual yang konsisten belakangan ini membuat saham BBCA diperdagangkan pada valuasi yang lebih rendah dibandingkan periode pandemi Covid-19.
KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.080. Target tersebut berdasarkan metode Gordon Growth Model (GGM).
Target harga saham BBCA setara dengan proyeksi price to book value (P/B) 2026 sebesar 4,1 kali. Saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada P/B sebesar 2,7 kali. Dengan begitu, valuasi BBCA dinilai relatif menarik.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






