Harga Emas Terkoreksi, Gagal Bertahan di Atas US$ 5.200
Dari faktor makroekonomi, Andy menyebut, indeks dolar AS yang sempat turun ke kisaran 97,64 kini bergerak stabil, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,0%.
Secara historis, Andy menambahkan, emas memiliki korelasi terbalik dengan dolar AS dan yield obligasi. Ketika keduanya stabil atau menguat, daya tarik emas cenderung berkurang karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil meningkat.
Baca Juga:
Harga Emas Siap Meroket ke Level IniAndy menegaskan, pasar juga menanti rilis data inflasi produsen (PPI) AS yang diperkirakan naik moderat 0,3%. Data ini menjadi indikator penting arah kebijakan suku bunga The Fed. Pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga turut menjadi perhatian investor.
Secara teknikal, Andy memaparkan, meskipun struktur tren jangka pendek masih positif, potensi koreksi tetap terbuka. Jika tekanan jual berlanjut, emas berisiko turun menuju area support terdekat di kisaran US$ 5.127 per ons troi.
“Sebaliknya, bila mampu kembali menembus dan bertahan di atas US$ 5.200, peluang pengujian resistance US$ 5.250 masih terbuka,” tutup Andy.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






