Harga Emas Terkoreksi, Gagal Bertahan di Atas US$ 5.200
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya mencatat reli empat hari beruntun. Logam mulia gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis US$ 5.200 per ons troi, seiring munculnya aksi profit taking dan penguatan terbatas dolar Amerika Serikat (AS).
Harga emas hari ini terkoreksi 0,83% ke level US$ 5.184,62 per ons troi saat berita ini ditulis, setelah sempat mencapai level US$ 5.200 per ons troi di awal perdagangan.
Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menjelaskan, secara teknikal emas masih berada dalam tren bullish, namun momentum kenaikan mulai melambat setelah harga sempat menyentuh kisaran US$ 5.230 pada sesi Asia.
Andy mengatakan, pelemahan ini terjadi di tengah dinamika kebijakan perdagangan AS. Ketidakpastian mencuat setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif impor besar yang sebelumnya diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.
“Meski pemerintah kemudian mengumumkan tarif baru sebesar 15%, pasar masih mencerna dampaknya terhadap stabilitas perdagangan global,” tegas Andy.
Di sisi lain, lanjut Andy, pelaku pasar juga mencermati perkembangan negosiasi nuklir antara AS dan Iran. Setiap sinyal positif dari jalur diplomatik berpotensi meredam permintaan aset safe haven seperti emas, sehingga menahan laju kenaikan harga dalam jangka pendek.
Makroekonomi AS
Dari faktor makroekonomi, Andy menyebut, indeks dolar AS yang sempat turun ke kisaran 97,64 kini bergerak stabil, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,0%.
Secara historis, Andy menambahkan, emas memiliki korelasi terbalik dengan dolar AS dan yield obligasi. Ketika keduanya stabil atau menguat, daya tarik emas cenderung berkurang karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil meningkat.
Baca Juga:
Harga Emas Siap Meroket ke Level IniAndy menegaskan, pasar juga menanti rilis data inflasi produsen (PPI) AS yang diperkirakan naik moderat 0,3%. Data ini menjadi indikator penting arah kebijakan suku bunga The Fed. Pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang membuka peluang mempertahankan suku bunga turut menjadi perhatian investor.
Secara teknikal, Andy memaparkan, meskipun struktur tren jangka pendek masih positif, potensi koreksi tetap terbuka. Jika tekanan jual berlanjut, emas berisiko turun menuju area support terdekat di kisaran US$ 5.127 per ons troi.
“Sebaliknya, bila mampu kembali menembus dan bertahan di atas US$ 5.200, peluang pengujian resistance US$ 5.250 masih terbuka,” tutup Andy.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






