INET Beraksi, Caplok Perusahaan Fiber Optik, Nilai Diungkap
JAKARTA, investor.id – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mengakuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication, sebuah perusahaan infrastruktur fiber optik. Nilai transaksi non-afiliasi itu sebesar Rp 160 miliar.
Trans Hybrid Communication memiliki jaringan backbone, fiber to the home (FTTH), dan jaringan network access point (NAP) ke luar negeri, sebut Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga:
Saham GOTO Kembali Diamuk AsingAkuisisi tersebut memungkinkan bagi INET untuk mempercepat pembangunan aset-aset FTTH untuk melayani pelanggan, serta memperluas portofolio aset untuk layanan pelanggan korporasi.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset berjudul ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’ telah memasukkan INET ke dalam daftar saham pilihan teratas. Saham INET masih menyimpan potensi cuan besar.
Menurut tim riset Kiwoom Sekuritas, prospek INET didukung oleh pengembangan usaha secara signifikan, antara lain kabel laut Jakarta-Batam-Singapura 20 Tbps dan FTTH Bali-Lombok 2 juta home passes.
“INET melalui anak usahanya juga menggencarkan ekspansi di bidang infrastruktur digital,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya.
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan buy saham INET. Target harga saham INET dipatok tinggi sebesar Rp 630.
Sebagai informasi, INET memang tengah agresif ekspansi dengan dana besar, yang dapat mendongkrak pendapatan dan laba secara signifikan.
Baca Juga:
Bocoran Dividen Telkom (TLKM)INET memperluas bisnisnya ke segmen FTTH (fiber to the home) untuk konsumen (business to consumer/B2C), jasa pembangunan jaringan FTTH (FTTH contracting), serta IRU kabel laut atau hak penggunaan kapasitas kabel bawah laut.
INET menargetkan pembangunan 2 juta homepass di Bali-Lombok dan 800 ribu homepass di Kalimantan Barat, dengan target take-up rate sebesar 60-70%. Untuk mendukung ekspansi, INET melakukan rights issue sebesar Rp 3,2 triliun dan penerbitan obligasi Rp 1 triliun.
INET juga aktif melakukan pertumbuhan anorganik melalui akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).
THC memiliki infrastruktur jaringan backbone di Kalimantan Barat, yang mendukung ekspansi FTTH INET di wilayah tersebut.
Sementara itu, PADA bergerak di bidang jasa alih daya (outsourcing), yang menyediakan tenaga kerja untuk pembangunan jaringan FTTH dan fixed wireless access (FWA) atau akses internet nirkabel tetap milik WIFI.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






