Harga Batu Bara Tertekan, India Siap Pangkas Impor 30%
Seorang eksekutif pembangkit listrik di Gujarat menyebut penggunaan batu bara domestik dalam porsi besar membutuhkan penyesuaian total pada sistem boiler, yang berbiaya tinggi dan berpotensi memerlukan subsidi pemerintah.
Meski demikian, pemerintah menjanjikan pasokan batu bara domestik dengan kualitas lebih baik untuk mendukung proses uji coba pencampuran tersebut.
Di sisi lain, Coal India tengah menghadapi lonjakan persediaan. Hingga 31 Desember, stok perusahaan mencapai sekitar 90 juta ton setelah mencetak rekor produksi 781,1 juta ton pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025. Produksi tersebut menyumbang hampir 80% total output batu bara India pada periode tersebut.
Untuk mengurangi kelebihan pasokan, perusahaan mulai membuka keran ekspor ke Bangladesh, Bhutan, dan Sri Lanka.
Impor batu bara termal India tercatat turun 6,2% pada 2025—penurunan terdalam sejak 2021—seiring turunnya permintaan listrik akibat cuaca yang lebih sejuk.
Ke depan, meskipun India berencana menambah kapasitas pembangkit listrik berbasis batu bara sebesar 97 GW menjadi 307 GW pada 2034–2035, impor batu bara diperkirakan akan melambat secara bertahap. Pembangkit baru cenderung dibangun lebih dekat dengan sumber batu bara domestik.
Menurut Rajiv Ramnarayan, CEO perusahaan perdagangan batu bara berbasis Singapura, Equentia Natural Resources, porsi batu bara impor diprediksi akan bergeser dari sektor kelistrikan ke industri non-listrik seperti semen dan besi spons.
Direktur iEnergy Natural Resources Vasudev Pamnani menambahkan, impor batu bara dengan nilai kalori rendah hingga menengah diproyeksikan turun bertahap dan digantikan pasokan dalam negeri. Impor ke depan kemungkinan hanya difokuskan untuk industri yang membutuhkan spesifikasi tertentu atau batu bara berkualitas lebih tinggi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






