Anindya Buka-bukaan soal Rencana Besar BNBR
JAKARTA, investor.id - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membuka peluang untuk melakukan ekspansi ke sektor data center (pusat data), sebagai upaya pengembangan bisnis ke depan.
Direktur Utama & CEO Anindya N. Bakrie menjelaskan bisnis data center berkaitan dengan peran anak perusahaan BNBR yaitu PT Multi Kontrol Nusantara (MKN), yang fokus terhadap sistem integrator, layanan jaringan, infrastruktur serat optik, serta solusi Information Technology (IT) strategis.
“Jadi, kalau kita lihat ada perusahaan namanya MKN. Ini juga perusahaan sudah lama dan berkembang di bidang IT. MKN itu salah satunya juga melihat bahwa infrastruktur IT yang sebelumnya,” ujar Anindya dikutip dari Antara, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga:
Deretan Saham Jadi Motor Penggerak PasarAnindya mengatakan, selama ini infrastruktur IT identik dengan pembangunan tiang telekomunikasi ataupun jaringan fiber optik.
Namun demikian, menurutnya, saat ini kebutuhan infrastruktur teknologi telah berkembang ke arah yang lebih maju, yaitu data center.
“Kan kita bicara mengenai tiang untuk telekomunikasi atau fiber optics. Tapi infrastruktur IT sekarang adalah data center. Jadi, bersama anggota grup yang lain, MKN juga sudah melirik (data center),” ujar Anin.
Anindya melanjutkan, penjajakan perseroan untuk ekspansi ke sektor data center, saat ini masih dalam tahap melihat potensi lokasi yang dinilai strategis, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
Terlebih, lanjutnya, terdapat sejumlah faktor utama yang menjadi penentu dalam pengembangan data center, terutama ketersediaan lahan dan pasokan listrik yang memadai.
Baca Juga:
Laba Cimory (CMRY) Melejit 33,8%“Data center yang paling penting adalah, satu, lahan. Yang kedua adalah tentunya listrik. Nah, di situ adalah salah satu kekuatan grup kami ialah pembangkit listrik. Jadi bisa kita lihat di situ. Tapi, kita tentu hanya mau lakukan ini apabila mendapatkan mitra strategis yang mengerti di bidang data center ini,” ujar Anindya
Dari sisi kinerja, PT Bakrie & Brothers Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,74 triliun sepanjang 2025.
Meski pendapatan turun 3,28 persen year on year (yoy), perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 49,6 persen (yoy) menjadi Rp502,74 miliar pada 2025, dibandingkan sebesar Rp336,04 miliar pada 2024.
Pendapatan bersih perseroan ditopang oleh kontribusi PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,18 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group sebesar Rp 1,08 triliun, serta PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp 464,21 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Tag Terpopuler
Terpopuler






