Minggu, 5 April 2026

Rupiah Dihantui Risiko Tekanan Imbas Perang AS-Israel vs Iran

Penulis : Akmalal Hamdhi
2 Mar 2026 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mata uang rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Ilustrasi mata uang rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA, investor.id - Ekonom mengingatkan, menanasnya konflik di Timur Tengah akibat serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran berpotensi menekan stabilitas pasar keuangan domestik, terutama pelemahan nilai tukar rupiah (IDR) dan meningkatnya arus modal keluar dari pasar negara berkembang.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan bahwa peningkatan ketegangan geopolitik global umumnya memicu pergeseran portofolio investor dari aset berisiko (risk assets) ke aset safe haven seperti dolar AS (USD) dan obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat arus modal ke emerging markets berpotensi melemah dalam jangka pendek.

"Dampaknya bagi Indonesia umumnya muncul sebagai tekanan arus modal keluar, pelemahan rupiah, dan kenaikan imbal hasil surat berharga negara karena investor meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi," kata Josua saat dihubungi B-Universe, dikutip pada Senin (2/3/2026). 

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, pada fase awal eskalasi, pelemahan rupiah biasanya masih terbatas apabila pelaku pasar menilai konflik bersifat temporer dan tidak meluas. Namun tekanan dapat meningkat signifikan jika konflik berlarut-larut atau memicu gangguan serius pada rantai pasok energi global.

Ketegangan yang mendorong penguatan dolar AS secara luas dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga dapat mengurangi daya tarik aset keuangan domestik. Selisih imbal hasil (yield spread) yang menyempit serta meningkatnya premi risiko membuat investor global cenderung melakukan penyesuaian portofolio.

"Tekanan dapat membesar bila konflik berlarut atau meluas dan mendorong penguatan dolar serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat," jelasnya. 

Menurut Josua, pemerintah perlu memprioritaskan stabilitas energi dan makroekonomi melalui penguatan stabilitas rupiah dalam merespons eskalasi konflik geopolitik global. Langkah jangka pendek yang krusial adalah memastikan ketersediaan pasokan energi sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat.

Di saat yang sama, pemerintah juga perlu mengantisipasi kenaikan inflasi impor akibat lonjakan harga energi dan biaya logistik global. “Penataan belanja subsidi juga harus lebih tepat sasaran agar kelompok rentan tetap terlindungi, tanpa mengorbankan kredibilitas fiskal,” sambungnya.

Ketahanan Rantai Pasok jadi Perhatian

Selain aspek makro, Josua menambahkan, ketahanan rantai pasok juga menjadi perhatian. Diversifikasi mitra dagang dinilai relevan, namun yang lebih mendesak adalah diversifikasi sumber pasokan energi dan bahan baku strategis. Menurutnya, upaya ini penting untuk meminimalkan dampak jika terjadi gangguan distribusi di jalur logistik utama dunia.

Penguatan ketahanan logistik dapat dilakukan melalui pengamanan rute dan kontrak pengapalan, penambahan cadangan operasional, serta penyesuaian manajemen persediaan pada sektor-sektor yang paling rentan terhadap gangguan pasokan.

Dalam jangka menengah, Josua menekankan pentingnya percepatan pengurangan ketergantungan pada impor energi. Langkah tersebut dapat ditempuh melalui peningkatan efisiensi energi, perluasan penggunaan bahan bakar nabati, serta akselerasi pengembangan energi terbarukan guna memperkuat ketahanan struktural perekonomian.

Di sisi lain, diplomasi ekonomi melalui forum multilateral dan kerja sama kawasan juga berperan penting dalam menjaga kelancaran arus perdagangan global sekaligus menekan potensi eskalasi yang lebih luas.

"Diplomasi ekonomi melalui forum multilateral dan kerja sama kawasan dapat membantu menjaga kelancaran perdagangan dan menekan eskalasi," tutupnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia