Tak hanya Emas, Harga Minyak juga Bakal Terbang Tinggi
Sejumlah data ekonomi utama pekan ini diperkirakan tetap menjadi perhatian, meski bayang-bayang geopolitik kemungkinan lebih dominan.
Pada Senin (2/3/2026), pasar menanti rilis ISM Manufacturing PMI AS yang menjadi indikator awal aktivitas bisnis. Data ini penting untuk membaca momentum pertumbuhan dan implikasinya terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Selanjutnya, Selasa (3/3/2026), inflasi zona euro (CPI) akan dirilis. Sebelumnya, inflasi Jerman tercatat lebih rendah dari ekspektasi. Jika inflasi zona euro juga melemah, hal itu dapat memperkuat sikap hati-hati bank sentral Eropa dalam menentukan arah suku bunga.
Puncaknya, laporan tenaga kerja AS atau Non-Farm Payrolls pada Jumat (6/3) akan menjadi penentu utama arah pasar berikutnya. Data ketenagakerjaan, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah akan memberi gambaran jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Secara keseluruhan, Razaqzada menilai pekan ini akan diwarnai dominasi sentimen geopolitik, sementara data makro bisa menjadi faktor sekunder.
Kondisi tersebut berpotensi memicu pelemahan jangka pendek EUR/USD. Namun, selama tren kenaikan jangka panjang masih terjaga, tekanan turun diperkirakan relatif terbatas.
Level 1,1650 menjadi area krusial karena bertepatan dengan rata-rata pergerakan 200 hari dan garis tren naik. Selama area tersebut bertahan, pelaku pasar yang optimistis (bullish) diperkirakan masih mempertahankan posisinya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






