Tak hanya Emas, Harga Minyak juga Bakal Terbang Tinggi
JAKARTA, investor.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memanas setelah serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran dibalas dengan langkah drastis Teheran menutup Selat Hormuz. Situasi ini diperkirakan langsung mengguncang pasar minyak, emas, hingga valuta asing.
Market Analyst Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan, serangan dan aksi balasan Iran hampir pasti membuat harga minyak melonjak saat pembukaan pasar. Emas juga diproyeksikan ikut terkerek naik sebagai aset safe haven.
“Pasar minyak hampir pasti akan dibuka melonjak. Emas juga demikian,” ujar Razaqzada dalam risetnya .
Menurut dia, lonjakan harga energi akan menjadi kabar buruk bagi kawasan pengimpor minyak seperti zona euro. Pasangan mata uang EUR/USD berpotensi dibuka melemah (gap lower). Namun, pelemahan diperkirakan terbatas karena dolar AS saat ini masih berada dalam tren bearish.
“Banyak hal akan bergantung pada bagaimana situasi di Timur Tengah berkembang. Dampaknya besar bagi minyak, emas, dolar AS, serta mata uang negara-negara pengimpor energi,” jelasnya.
Iran secara resmi menutup Selat Hormuz sebagai salah satu langkah balasan utama. Jalur sempit ini mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap hari, termasuk gas alam cair (LNG).
Penutupan tersebut berpotensi memicu lonjakan tajam harga minyak dan bisa bertahan tinggi hingga situasi mereda. Dalam skenario terburuk, harga minyak bahkan bisa melampaui US$100 per barel.
Kenaikan itu akan berdampak langsung pada harga bensin dan solar di negara pengimpor besar seperti India, China, dan Jepang. Eropa juga dipastikan terdampak, yang berarti tekanan tambahan bagi euro.
Meski demikian, Razaqzada menekankan itu adalah skenario terburuk. Jika ketegangan mereda dengan cepat, fokus pasar bisa kembali ke data ekonomi.
Data Ekonomi Tetap Penting
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






