Minggu, 5 April 2026

Timur Tengah Membara, IPOT Rekomendasikan 3 Saham Berpotensi Cuan

Penulis : Indah Handayani
2 Mar 2026 | 06:54 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Antara)
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi memprediksi, Indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini berpotensi bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global dan sentimen fiskal domestik. IHSG pekan ini diperkirakan bergerak pada support di 8.031 dan resistance di 8.437.

Imam merekomendasikan tiga saham berpotensi cuan pada pekan ini, salah satunya ENRG.

Imam disebutkan, eskalasi konflik Iran–Israel serta ketegangan di kawasan Asia Selatan meningkatkan premi risiko global, terutama dengan berkembangnya situasi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

ADVERTISEMENT

“Ketidakpastian ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga komoditas energi, yang biasanya memicu rotasi dana ke aset safe haven dan menekan arus modal ke emerging markets, termasuk Indonesia,” tulis Imam dalam risetnya, Senin (2/3/2026).

Namun demikian, Imam menyebutkan, bagi IHSG, kenaikan harga minyak dan batu bara justru dapat menjadi penopang bagi sektor energi dan pertambangan, terutama jika harga komoditas bertahan tinggi.

Imam menyebutkan, Indonesia sebagai eksportir batu bara dan sejumlah komoditas energi berpotensi diuntungkan dari sisi peningkatan harga jual rata-rata (ASP) dan potensi perbaikan margin emiten sektor terkait. “Dalam kondisi global yang tidak pasti, saham berbasis komoditas sering kali menjadi proxy lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi global,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Imam, jika eskalasi konflik menyebabkan lonjakan harga energi yang terlalu tajam dan berkepanjangan, risiko inflasi global dan tekanan nilai tukar Rupiah dapat meningkat. Kenaikan harga minyak yang signifikan berpotensi memperbesar tekanan pada neraca transaksi berjalan melalui kenaikan nilai impor migas, sekaligus meningkatkan volatilitas Rupiah.

“Jika Rupiah melemah dan imbal hasil obligasi global naik maka volatilitas IHSG bisa meningkat karena investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko,” tegas Imam.

Emiten Komoditas

Dengan demikian, Imam memprediksi, arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek sangat bergantung pada apakah kenaikan harga energi bersifat terkendali dan suportif bagi emiten komoditas, atau justru berubah menjadi shock inflasi yang menekan stabilitas makro.

Merespons dinamika pasar akibat ketegangan di Timur Tengah, IPOT merekomendasikan tiga saham berpotensi cuan pekan ini, yaitu

1. ENRG

- Buy on Breakout

- Entry: 1.820

- Target: 2.000

- Stop Loss: <1.755

- Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi gangguan distribusi energi global, ENRG memiliki positioning yang menarik sebagai emiten hulu migas dengan leverage terhadap kenaikan harga minyak dan gas. Jika risiko di Selat Hormuz mendorong harga energi bertahan tinggi, ENRG berpotensi menikmati peningkatan average selling price (ASP) serta perbaikan arus kas operasional. Dengan karakter bisnis berbasis produksi dan lifting, sensitivitas terhadap harga komoditas menjadi katalis utama, sehingga saham ini relevan sebagai tactical play dalam fase risk-off global yang tetap mendorong harga energi naik.

2. ARCI

- Buy on Breakout

- Entry: 1.900

- Target: 2.030

- Stop Loss: <1,840

- Sebagai produsen emas, ARCI berpotensi diuntungkan dari peningkatan permintaan safe haven akibat eskalasi konflik global dan volatilitas pasar keuangan. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan nilai tukar, emas cenderung menguat sebagai aset lindung nilai terhadap risiko dan inflasi. Kenaikan harga emas global akan berdampak langsung pada margin dan profitabilitas ARCI, terutama jika biaya produksi relatif stabil. Dengan demikian, ARCI dapat berfungsi sebagai hedge terhadap gejolak eksternal sekaligus memberikan eksposur pada tren penguatan logam mulia.

3. HMSP

- Buy on Breakout

- Entry: 910

- Target: 980

- Stop Loss: <875

- Sebagai saham defensif berbasis consumer staples, HMSP menawarkan karakter pendapatan yang relatif stabil di tengah volatilitas pasar. Permintaan produk rokok domestik cenderung tidak terlalu sensitif terhadap siklus ekonomi jangka pendek, sehingga memberikan ketahanan arus kas ketika sentimen global memburuk. Dalam kondisi risiko geopolitik dan potensi tekanan eksternal terhadap IHSG, saham defensif seperti HMSP dapat menjadi penyeimbang portofolio.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia